Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Juni 2024 | 02.22 WIB

Alasan Kenapa Kuota Internet Tak Bisa Murah, Ternyata Karena Hal Ini

Ilustrasi: Spektrum frekuensi menentukan harga layanan seluler kepada konsumen. - Image

Ilustrasi: Spektrum frekuensi menentukan harga layanan seluler kepada konsumen.

JawaPos.com - Smartphone menjadi benda sehari-hari yang wajib ada di dekat kita saat ini. Bahkan, saking pentingnya smartphone, lebih baik kita kehilangan dompet daripada kehilangan smartphone. Sebab di smartphone, bisa dibilang setengah dari hidup kita ada disana.

Perbankan, belanja kebutuhan sehari-hari, relasi dan jejaring pertemanan. Semua ada di smartphone. Selain itu, rangkaian pekerjaan kita dan perintah penugasan juga dilakukan via smartphone. Makanya, peran smartphone begitu penting.

Namun, untuk bisa menggunakan smartphone kita tetap terhubung, diperlukan jaringan internet dan koneksi seluler yang memadai. Di era data seperti sekarang ini, sudah nggak zamannya pulsa, melainkan yang dipakai adalah kuota internet.

Tahukah Anda kalau untuk bisa terhubung ke jaringan internet di perangkat seluler kita, membutuhkan yang namanya spektrum frekuensi radio. Ini nggak banyak orang tahu, sebab, konsumen hanya tahu nyaman saja, internet kencang, stabil dan mereka bisa menggunakannya sesuai kebutuhan.

Dilansir dari laman Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), spektrum frekuensi radio merupakan sumber daya alam terbatas dan strategis serta mempunyai nilai ekonomis tinggi sehingga harus dikelola secara efektif dan efisien. Tujuannya adalah supaya masyarakat bisa memperoleh manfaat yang optimal dengan memperhatikan kaidah hukum nasional maupun international.

Penggunaan spektrum frekuensi radio harus sesuai dengan peruntukannya serta tidak saling menganggu mengingat sifat spektrum frekuensi radio dapat merambat ke segala arah tanpa mengenal batas wilayah negara.

Penggunaan spektrum frekuensi radio antara lain untuk keperluan penyelenggaraan jaringan telekomunikasi, penyelenggaraan telekomunikasi khusus, penyelenggaraan penyiaran, navigasi dan keselamatan, Amatir Radio dan KRAP, serta sistem peringatan dini bencana alam yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Kemudian, pelaksanaan pelayanan perizinan spektrum frekuensi radio dilaksanakan dengan dukungan teknologi informasi berupa sistem data processing dan database penggunaan frekuensi radio nasional (Sistem Informasi Manajemen Frekuensi/SIMF), serta sistem pengawasan/monitoring penggunaan frekuensi radio yang tersebar di seluruh Indonesia.

Mengingat pentingnya spektrum frekuensi, ternyata faktor tersebut lah yang membuat harga layanan kepada konsumen baik berupa kuota data dan internet kita jadi tidak bisa murah. Sebab, untuk menggunakan spektrum frekuensi radio dibutuhkan Biaya Hak Penggunaan (BHP) spektrum frekuensi yang tidak murah.

Hal ini pada akhirnya berdampak pada end user atau konsumen selaku pengguna layanan seluler. Mahalnya harga frekuensi, maka akan berpengaruh kepada harga layanan yang disediakan kepada konsumen.

Hal ini dijelaskan oleh Alvin I. Aslam selaku Group Head Regulatory XL Axiata. Ditemui JawaPos.com di kantornya saat diskusi mengenai spektrum frekuensi radio terhadap jaringan operator seluler di Indonesia, Alvin memaparkan bahwa faktor penentu harga yang dibebankan kepada pengguna paling besar adalah frekuensi radio.

"Seberapa signifikan frekuensi menentukan harga jual layanan kepada konsumen? Sangat signifikan," kata Alvin kepada JawaPos.com.

Alvin memberikan contoh, kenapa frekuensi bisa sangat mempengaruhi harga layanan adalah karena biaya sewanya yang tidak murah. Kendati tidak dijelaskan secara rinci berapa harganya, BHP spektrum frekuensi menelan 12-13 persen dari total pendapatan perusahaan operator seluler.

"Dari semua pendapatan kita (sebagai operator seluler), belum dipotong pajak, RUPS dan sebagainya, 12-13 persen, itu sudah dipotong untuk membayar frekuensi. Artinya yang bisa kita putar kembali (uangnya) hanya 87 persen, karena di awal tadi sudah dipotong untuk membayar frekuensi," terang Alvin.

Artinya, lanjut Alvin, kemampuan perusahaan untuk membiayai bisnis, dari awal sudah dipotong sebesar 12-13 persen untuk frekuensi. "Artinya mahal sekali BHP (Biaya Hak Penggunaan) frekuensi ini. Makanya kalau pertanyaan seberapa signifikan frekuensi, biayanya dalam menentukan tarif kepada konsumen, sangat signifikan," katanya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore