Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Mei 2018 | 19.13 WIB

Mengulas Tren Layar Smartphone Berponi, Siapa Pelopornya?

Smartphone pertama dengan notch, Essential Phone PH-1. - Image

Smartphone pertama dengan notch, Essential Phone PH-1.

JawaPos.com – Bicara soal layar ponsel dengan notch atau takik, banyak pihak yang menyebut bahwa tren tersebut telah ada sejak 2016 lalu. Jika benar, layar smartphone dengan cekungan serupa poni bukanlah iPhone X yang memopulerkannya lebih dulu.


Lalu, jika belakangan banyak pihak yang menyebut istilah 'layar dengan notch ala iPhone X' apakah mereka salah? Ini bisa jadi iya. Mungkin juga tidak sepenuhnya salah.


Seperti JawaPos.com lansir dari laman AndroidAuthority, Selasa (1/5), menyoal siapa yang pertama memopulerkan layar dengan notch atau takik pertama kali? Jawabannya beragam.


LG mengklaim bahwa pabrikan tersebut mengajukan paten layar dengan notch pada akhir 2016 lalu. Kemudian menyusul Samsung melakukan hal yang sama. Klaim Samsung dengan layar notch saat itu waktunya berdekatan dengan peluncuran iPhone X pada September 2017 lalu.


Eits, belum selesai. Sebelum iPhone X, tepatnya pada 30 Mei 2017, Essential Phone meluncurkan smartphone pertama dengan layar yang memiliki notch alias takik atau cekungan di bagian atasnya.


Hal tersebut menyiratkan bahwa layar smartphone dengan takik atau notch bukan sebuah produk inovasi yang benar-benar dipopulerkan Apple dengan iPhone X-nya.


Essential Phone sendiri diketahui merupakan sebuah merek teknologi besutan Andy Rubin. Dirinya diketahui merupakan salah seorang yang turut berperan dalam pengembangan sistem operasi Android yang populer dan menjadi pesaing iOS milik Apple.


Ketika itu, layar dengan cekungan di bagian atasnya banyak dianggap merupakan sesuatu yang mengganggu. Oleh sebagian kalangan, cekungan atau cut-out yang menjadi tempat bersandarnya kamera depan sebuah smartphone ini tak ubahnya noda bintik hitam yang hinggap di layar smartphone.


Namun siapa menyangka bahwa notch yang semula dianggap mengganggu itu, kini menjadi sesuatu yang digandrungi dan dilirik banyak vendor smartphone sebagai salah satu nilai jual produk mereka.


Penyebutan 'ala iPhone X'


Jika terbukti bahwa iPhone X bukanlah yang pertama kali mengenalkan notch, mengapa banyak pihak menyebut bahwa layar berponi ini merupakan hasil dari meniru iPhone X?


Masih dari laman AndroidAuthority, iPhone X disebut menjadi pelopor tren layar bertakik karena merupakan sesuatu yang besar. Maksudnya, iPhone X dengan popularitas Apple sebagai pabrikan teknologi disebut memainkan peran besar dalam penyebaran 'virus' layar bertakik.


Ketika sebelumnya notch atau takik dianggap sebagai sebuah kegagalan desain yang mengganggu pandangan mata, hal itu seketika dimaafkan saat digunakan oleh raksasa teknologi yang membawa desain tersebut.


Apple dengan jajaran produk perangkat ponsel pintar iPhone miliknya dianggap sebagai penanda kelas sosial. Anggapan kegagalan desain seketika sirna saat notch dikenakan pada produk ponsel pintar iPhone X.


Hal inilah yang membuat layar bertakik menjadi identik dengan iPhone X. Apple dengan popularitasnya dianggap mampu menormalkan anggapan aneh ketika sebuah ponsel hadir dengan lekukan pada bagian atas layarnya.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore