Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Mei 2018 | 17.39 WIB

Tren Layar Smartphone Berponi, Kebutuhan atau Ikut-ikutan?

iPhone X meluncur dengan notch pada september 2017 lalu. - Image

iPhone X meluncur dengan notch pada september 2017 lalu.

JawaPos.com – Tren layar smartphone dengan poni atau takik di bagian atasnya belakangan marak digunakan berbagai vendor ponsel. Ada yang sudah tanpa malu-malu meluncur, ada pula yang masih sebatas bocoran perihal penggunaan layar dengan takik.


Menanggapi euforia layar dengan takik, pengamat gadget Lucky Sebastian memberikan pandangannya. Kepada JawaPos.com, Lucky menyebut bahwa tren penggunaan takik untuk produk smartphone masih akan digunakan berbagai vendor untuk beberapa tahun ke depan.


Lucky menerangkan bahwa tren smartphone meluncur dengan desain ala iPhone X karena beberapa kemungkinan. “Untuk notch sendiri ada dua kemungkinan. Pertama, diikuti karena teknologi memang menuntut itu karena ingin memperluas aspek screen-to-body ratio semakin besar dengan adanya notch tadi, atau hanya mengikuti tren pasar saja,” jelas Lucky.


Dia memperkirakan, satu atau dua tahun ke depan, teknologi baru akan lebih banyak muncul untuk mengakali sensor-sensor yang ada di layar. Sebab, untuk mengenakan notch harus memikirkan sensor-sensor yang ada di layar. Misalnya penempatan kamera utama dan beberapa sensor penting lainnya.


Singkatnya, Lucky menjelaskan bahwa penggunaan notch atau takik merupakan sebuah siasat. Ini dilakukan karena para vendor mengakali volume layar menjadi lebih besar, namun tetap memikirkan dimensi dari sebuah smartphone agar tetap nyaman digenggam. Sebab umumnya, ponsel yang beredar kebanyakan saat ini, layar besar secara otomatis menjadikan dimensi smartphone menjadi lebih besar pula.


Namun, menurut Lucky, penggunaan layar dengan takik atau notch harus dipertimbangkan para vendor smartphone. Hal tersebut lantaran menggunakan notch akan berdampak pada sensor yang dimiliki smartphone.


“Harus di pikirkan para vendor smartphone. Misalnya dengan meletakannya di bawah layar atau tempat lain. Jadi tidak asal membuat notch saja,” ujar founder komunitas gadget Gadtorade itu.


Jadi, menurutnya, pabrikan membuat layar dengan desain poni karena kebutuhan atau bisa juga karena tren yang menarik saja. “Oh ini menarik nih, pasar suka dengan layar seperti ini,” kata Lucky.


“Hingga dua tahun ke depan diperkirakan tren layar dengan notch masih akan ramai dan diikuti oleh vendor-vendor smartphone lain,” pungkasnya.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore