
Photo
JawaPos.com - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) saat ini terus didorong untuk bisa masuk ke ekosistem digital. Hal ini bertujuan agar mereka punya daya saing dan kesempatan untuk mengembangkan bisnisnya lebih luas lagi.
Kendati tujuannya positif, sayangnya tidak mudah membawa UMKM untuk bisa ambil bagian dalam ekosistem digital. Tantangannya beragam, mulai dari ketersediaan akses jaringan telekomunikasi di pelosok daerah yang masih terbatas sampai kurangya literasi pelaku UMKM sehingga menyulitkan mereka untuk bisa masuk ke dunia digital.
Digital marketing sendiri adalah strategi pemasaran yang diterapkan dengan memanfaatkan platform digital untuk mempromosikan sebuah produk atau jasa. Perannya sangat penting untuk menentukan keberhasilan UMKM atau perusahaan. Tidak heran, data LinkedIn pun menunjukkan bahwa digital marketers termasuk salah satu profesi yang paling dicari di dunia kerja.
Salah satu keunggulan yang harus dimiliki seorang digital marketer adalah karakter yang agile dan adaptif. Pasalnya, dengan banyaknya platform digital dan media sosial yang tersedia, ditambah dengan tren pemasaran yang terus berubah-ubah sepanjang tahun, maka spesialis digital marketing harus senantiasa memperbaharui kemampuannya.
Untuk bisa meraup hasil optimal di tahun ini, berikut ini adalah lima tren terbaru di sektor digital marketing yang penting untuk UMKM ketahui:
Penggunaan video pendek
Kemunculan Tiktok sebagai pendatang baru media sosial beberapa tahun lalu mengubah lanskap marketing di dunia. Kini, bentuk promosi menggunakan video klip pendek (antara 1-5 menit) menjadi tren baru yang disukai oleh para audiens.
Menurut Wyzowl's State of Video Marketing Survey, 92 persen dari marketer kini sudah memasukkan video sebagai salah satu elemen terpenting untuk kegiatan promosional. Menariknya, 87 persen diantaranya mengaku bahwa penggunaan video memberikan imbal balik atau Return of Investment (RoI) yang sepadan, dan 81menambahkan bahwa penggunaan video berdampak langsung pada kenaikan penjualan.
Kerjasama dengan influencer
Kedua, yang juga penting dilakukan oleh pelaku UMKM adalah penggunaan tokoh-tokoh terkenal di media sosial. Hal ini diprediksi masih akan terus menjadi tren.
Menurut data Google, 70 persen remaja lebih percaya pada rekomendasi influencer dibandingkan selebriti. Di Indonesia sendiri, 62 persen pengguna internet melakukan pembelian produk tertentu setelah melihat konten promosional dari influencer.
Penjualan via media sosial
Kini, setiap platform media sosial berupaya mempermudah pengguna untuk melakukan pembelian langsung untuk produk yang sedang mereka lihat. Karena itu, belanja di media sosial (social shopping) diperkirakan akan menjadi tren yang berkembang pesat, bahkan nilainya bisa mencapai USD 1,2 triliun secara global pada tahun 2025.
Gen Z dan milenial sendidi disebut akan menjadi proporsi pembeli terbesar dengan angka mencapai 62 persen dalam tren ini.
Daya tarik konten soft-selling
Seiring dengan semakin banyaknya konten yang beredar di internet, kini strategi marketing harus dirancang sedemikian rupa agar tidak melulu berjualan. Ini akan membuat konsumen justru jengah.
Sebaliknya, kini pelaku bisnis harus membuat konten yang menarik, relevan, dan berguna untuk target audiens mereka. Misalnya, ketika berjualan sepatu, mereka bisa membuat konten tentang cara menjaga kebersihan sepatu atau cara memilih sepatu olahraga yang tepat. Hal ini akan mendapatkan sambutan yang lebih baik dari para audiens.
Personalisasi
Konsumen masa kini menginginkan personalisasi lebih. Misalnya, kini digital marketing tidak cukup hanya dengan membuat satu post iklan yang sama untuk semua demografi.
Harus ada personalisasi yang kuat sesuai dengan audiens yang ingin disasar. Misalnya, untuk demografi Gen Z, post iklan akan mempromosikan produk dengan warna yang sedang tren, sementara untuk demografi lebih tua, post iklan menekankan pada kenyamanan produk.
Perhatikan juga apa daya tarik untuk masing-masing audiens, dan modifikasi strategi sesuai kebutuhan tersebut. Bagi yang tertarik untuk menguasai tren-tren tersebut, ZenPro, layanan pembelajaran dalam ekosistem Zenius, juga menghadirkan kursus pelatihan berjudul “Menyusun Strategi Pemasaran Digital bagi UMKM”.
Tersedia secara gratis melalui program Kartu Pra Kerja, peserta akan belajar tentang berbagai hal, mulai dari strategi memahami pasar dan pembeli, mengenal berbagai tools digital marketing, teknik pemasaran via media sosial, hingga promosi produk di marketplace.
“Berdasarkan data, pelaku UMKM yang mampu menerapkan digital marketing dengan tepat bisa mencapai potensi pertumbuhan pendapatan hingga tiga kk lipat lebih besar. Inilah pentingnya mempelajari skill digital marketing, karena bisnis yang tidak menjalankannya akan tertinggal jauh dari para kompetitor," ujar Ary Mozta, AVP Marketing Lifelong (ZenPro).

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
