
William Cho, CEO LG, mengatakan LG telah mengidentifikasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence, AI) memiliki posisi penting sebagai salah satu faktor penentu.
JawaPos.com – LG Electronics (LG) menggelar konferensi pers bertajuk LG World Premiere di Mandalay Bay Convention Center, Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, Selasa (16/1). Kesempatan tersebut digunakan perusahaan untuk memperkenalkan visi baru sekaligus tema yang diusung dalam keikutsertaannya pada gelaran Consumer Electronics Show (CES) 2024 yaitu “Reinvent Your Future” (Menciptakan Kembali Masa Depan).
William Cho selaku CEO LG membuka acara dengan menyatakan kembali tujuan ambisius perusahaan yang disampaikan pertama kali pada tahun lalu, yakni untuk bertransformasi menjadi perusahaan solusi bagi kehidupan cerdas. Hal ini dikatakan sejalan dengan pemahaman mendalam tentang konsumen global dan ruang hidupnya yang diperoleh LG sepanjang hampir tujuh dekade.
Bermodalkan hal tersebut, William Cho mengatakan bahwa LG kini bakal memperlebar bisnisnya. Tak hanya menjadi dukungan pengguna bagi aktivitasnya di rumah, namun merambah pada beragam ruang termasuk mobilitas, komersial dan virtual. Pada setiap ruang baru ini, perusahaan bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pengguna dengan berfokus pada lima elemen utama. Dirangkum dalam 3C2S, kelimanya yaitu Kepedulian (Care), Konektivitas (Connectivity), Kustomisasi (Customization), Pelayanan (Servitization), dan Keberlanjutan (Sustainability).
Mendefinisikan Ulang AI sebagai Kecerdasan Penuh Afeksi (Affectionate Intelligence)
Dalam perjalanan inovasinya untuk meningkatkan pengalaman pengguna, LG telah mengidentifikasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence, AI) memiliki posisi penting sebagai salah satu faktor penentu. Namun dikatakannya, daripada berfokus pada evolusi teknologi itu sendiri, LG lebih memilih berdedikasi untuk menunjukkan manfaat nyata implementasi AI dalam dunia nyata.
Dedikasi ini berangkat dari upaya perusahaan mendefinisikan ulang AI sebagai Kecerdasan Penuh Afeksi (Affectionate Intelligence). Melalui definisi ini, perusahaan mengungkap keyakinannya bahwa AI dapat menumbuhkan pengalaman pengguna yang lebih peduli, berempati, dan penuh perhatian.
Kecerdasan Bagi Kehidupan Waktu Nyata
Sepanjang konferensi pers tersebut, CEO LG juga menyoroti karakteristik unik solusi AI LG. Hal ini dimulai dari kemampuannya untuk memanfaatkan kekayaan data, baik dalam skala maupun kualitasnya. Dikatakannya, di antara 500 hingga 700 juta produk LG yang digunakan di seluruh dunia hingga saat ini, terdapat banyak yang telah dilengkapi sensor cerdas dengan dukungan AI. Dukungan ini dioptimalkan untuk mempelajari dan menganalisis pola kehidupan pengguna baik secara fisik maupun emosional.
Memanfaatkan data dari kehidupan nyata ini yang menurutnya menjadi keuntungan tersendiri bagi LG bila dibandingkan dengan perusahaan yang mengandalkan data berbasis internet untuk pengembangan AI. Pasalnya, kumpulan data ini memberikan wawasan berharga mengenai interaksi pengguna dan perangkat, lingkungan pengguna, pola perilaku, dan keadaan emosi.
Data multi aspek yang dikumpulkan dari perangkat yang saling terhubung ini, dikatakan William Cho, menyokong LG dalam mendapat gambaran lebih lengkap tentang kehidupan penggunanya di rumah. “Dengan bermodalkan hal inilah kemudian memungkinkan LG memberikan solusi gaya hidup lebih baik dan cerdas,” ujar William Cho.
Orkestrasi Kecerdasan dengan LG AI Brain
Dalam konferensi pers tersebut, Willian Cho kemudian menjabarkan peran integral yang dimainkan LG AI Brain, mesin pemrosesan canggih yang digerakkan Large Language Model (LLM) LG. Dengan memanfaatkan besarnya data pengguna, LG AI Brain memperkirakan kebutuhan pengguna tak hanya berdasarkan interaksi antara pengguna dan produk. Namun, juga pembelajaran kontekstual, melakukan proses penalaran tingkat lanjut dan menghasilkan solusi optimal melalui pengaturan tindakan perangkat fisik.
Keseluruhan hal ini memungkinkan LG memberikan layanan dan pengalaman cerdas di berbagai ruang kehidupan pengguna. “Semuanya disampaikan dengan cara lebih cerdas dan efisien. Menunjukkan perhatian yang tertanam dalam konsep kecerdasan yang penuh afeksi dari LG,” ujar William Cho.
William Cho, CEO LG, mengatakan LG telah mengidentifikasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence, AI) memiliki posisi penting sebagai salah satu faktor penentu.
Komitmen Terhadap Kecerdasan yang Bertanggung Jawab

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
