Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 31 Desember 2023 | 01.27 WIB

Apple Membuat Sejarah Sebagai Perusahaan Pertama yang Bernilai 4 Triliun Dolar

Saham Apple telah melonjak 58% tahun ini, menjadi perusahaan pertama di pasar saham yang mencatatkan valuasi $3 triliun. (sumber: Richard Drew/AP) - Image

Saham Apple telah melonjak 58% tahun ini, menjadi perusahaan pertama di pasar saham yang mencatatkan valuasi $3 triliun. (sumber: Richard Drew/AP)

JawaPos.com - Dengan prospek pertumbuhan yang menjanjikan dari iPhone dan dukungan penuh dari perusahaan pialang Wedbush, Apple berpotensi mencatatkan sejarah sebagai perusahaan pertama yang mencapai valuasi $4 triliun.

Para ahli strategi Wedbush baru-baru ini meningkatkan target harga saham Apple menjadi $250 per saham, memproyeksikan kenaikan sekitar 26% dari harga saat ini.

Mereka yakin bahwa dengan laju pertumbuhan dan strategi monetisasi yang diantisipasi, Apple dapat mencapai kapitalisasi pasar sebesar $4 triliun pada akhir tahun 2024.

Dalam penjelasan tambahan, mereka menyatakan, "Kami yakin Apple akan mengalami musim liburan yang sangat menguntungkan dalam beberapa minggu mendatang, menghasilkan pertumbuhan penjualan iPhone 15 yang melampaui perkiraan Wall Street untuk kuartal Desember." Dilaporkan dari Business Insider, Sabtu (30/12).

Wedbush memperkirakan bahwa permintaan terhadap iPhone terbaru dapat mencapai antara 220 hingga 230 juta unit selama tahun fiskal ini, dan angka tersebut mungkin bertambah jika lebih banyak pengguna memutuskan untuk mengupgrade perangkat iPhone mereka dari perkiraan sebelumnya.

Sebanyak 25% dari total basis pengguna Apple sekitar 1,2 miliar orang belum melakukan upgrade selama sekitar empat tahun, demikian diungkapkan oleh seorang ahli strategi dalam catatan sebelumnya.

Dia menambahkan bahwa peluncuran iPhone 15 dapat menciptakan "mini supercycle" bagi perusahaan.

Meskipun beberapa investor mulai merasa khawatir terhadap prospek Apple akibat meningkatnya ketegangan AS-Tiongkok dan kekhawatiran terkait tindakan keras pemerintah Tiongkok terhadap iPhone, Wedbush menyatakan bahwa masalah tersebut dapat diatasi dengan baik.

Berdasarkan hasil pemeriksaan industri terkini, mereka menegaskan bahwa larangan terbaru ini tidak signifikan memengaruhi permintaan iPhone.

Meskipun Apple menghadapi persaingan sengit dari Huawei, produsen ponsel pintar asal Tiongkok, loyalitas pelanggan Apple di Tiongkok telah terakar kuat dan terus berkembang, demikian diungkapkan oleh Wedbush.

Sementara itu, pendapatan dari sektor layanan perusahaan mengalami pertumbuhan dua digit dan diperkirakan mencapai nilai hingga $1,6 triliun.

"Dengan sekitar 240 juta unit iPhone yang memiliki potensi peningkatan global untuk iPhone 15 dan pertumbuhan layanan yang kembali berakselerasi hingga tahun fiskal 2024, kami melihat kesempatan luar biasa untuk memiliki saham Apple tahun depan," kata para ahli strategi.

Prestasi luar biasa telah diraih oleh Apple selama tahun 2023. Sahamnya telah melonjak sebesar 58% dan membuatnya menjadi perusahaan pertama yang mencapai valuasi $3 triliun selama musim panas.

Kinerja ini sebagian besar dipicu oleh minat besar Wall Street terhadap kecerdasan buatan, yang memicu kenaikan besar-besaran pada tujuh saham teknologi megacap.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore