Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Desember 2023 | 22.15 WIB

Interpol Temukan Beberapa Fakta Baru Mengenai Human Trafficking dan Penipuan Call Center, Kini Tersebar di Seluruh Dunia

Interpol Bersama Aparat Kepolisian Turki berhasil Lakukan Penangkapan pada Penyelundup 239 imigran pada Operation Storm Maker II. / Sumber : Interpol - Image

Interpol Bersama Aparat Kepolisian Turki berhasil Lakukan Penangkapan pada Penyelundup 239 imigran pada Operation Storm Maker II. / Sumber : Interpol

JawaPos.com – Lembaga kepolisian internasional (Interpol) baru saja melakukan sebuah operasi penangkapan besar-besaran di wilayah Asia.

Operasi yang disebut sebagai Operation Storm Makers II itu telah dilakukan oleh Interpol pada 27 negara di wilayah Asia.

Interpol melakukan operasi tersebut untuk menelusuri lebih lanjut kasus yang berkaitan dengan human trafficking dan imigran gelap.

Mengutip laman resmi Interpol, dalam operasi yang berlangsung pada 16 hingga 20 Oktober tersebut membuahkan hasil yang sangat signifikan.

Sebanyak 149 orang berhasil diselamatkan dari kegiatan perdagangan manusia, 281 orang ditangkap karena berbagai pelanggaran hukum, serta 360 kasus baru terungkap.

Asisten Direktur yang menangani para korban tersebut di Interpol yakni Rosemary Nalubega mengatakan bahwa para korban human trafficking tersebut banyak yang dipekerjakan sebagai pegawai kantor penipuan telepon.

“kejahatan model baru ini sedang marak terjadi di berbagai wilayah, dengan Asia Tenggara sebagai titik pusatnya,” ujarnya.

“Namun berdasarkan hasil operasi yang dilakukan kali ini, ditemukan bahwa penyebarannya telah sampai di Amerika Latin,” jelasnya dalam pernyataan yang ditulis oleh Interpol.

Berdasarkan catatan Interpol, sebelum terjadinya operasi ini diketahui terdapat kasus 40 warga negara Malaysia untuk bekerja di Peru.

Mereka dijanjikan untuk bekerja dengan gaji yang sangat tinggi, namun mereka akhirnya hanya dipekerjakan sebagai karyawan di call center penipuan.

Selain itu, pada Oktober mereka mendapat laporan dari kepolisian Uganda mengenai warganya yang dibawa ke dubai namun berujung dipekerjakan di Myanmar dan Thailand.

Perusahaan Besar Jadi Korbannya

Maraknya penipuan via telepon membuat beberapa perusahaan besar dunia dilanda kecemasan, sebab nama perusahaan mereka sering digunakan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab itu.

Beberapa perusahaan besar seperti Microsoft dan Amazon mulai melakukan kerjasama untuk memberantas penipuan yang mengatasnamakan mereka.

Dikutip dari lama blog resmi Microsoft, pada 19 Oktober 2023 lalu mereka bekerjasama dengan Amazon dan Biro Investigasi Pusat (CBI) India telah melakukan operasi besar-besaran.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore