Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 November 2023 | 22.08 WIB

Terungkap Alasan Sam Altman Dipecat dari OpenAI, Tak Lagi Dipercaya Perusahaan

Sam Altman, mantan CEO dan founder OpenAI. Dia dipecat lantaran tak lagi dipercaya. - Image

Sam Altman, mantan CEO dan founder OpenAI. Dia dipecat lantaran tak lagi dipercaya.

JawaPos.com - Sam Altman, sosok yang dikenal sebagai CEO OpenAI, perusahaan teknologi yang berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tiba-tiba dipecat oleh dewan direksi pada Jumat (17/11) waktu setempat. Sam Altman dipecat sebagai CEO OpenAI dan diumumkan secara resmi oleh perusahaan yang diketahui banyak menerima pendanaan dari Microsoft.

Chief Technology Officer Mira Murati akan menjadi CEO menggantikan Sam Altman untuk sementara. Dilansir via TheVerge, langkah selanjutnya dari OpenAI adalah melakukan pencarian pengganti CEO permanen.

Saat dihubungi oleh The Verge, Departemen Komunikasi OpenAI menolak berkomentar selain bersumber dari yang ada di posting-an blog resmi mereka. Selain itu, menurut berbagai sumber, karyawan di OpenAI mengetahui berita tersebut ketika diumumkan secara publik.

Lantas, apa alasan Sam Altman dipecat secara tiba-tiba dari OpenAI? Sam Altman dikabarkan tidak lagi bisa menjadi sosok yang dapat dipercaya perusahaan. Hal ini tentu mengejutkan banyak pihak.

"Kepergian Altman mengikuti proses peninjauan yang disengaja oleh dewan, yang menyimpulkan bahwa dia tidak secara konsisten jujur dalam komunikasinya dengan dewan, sehingga menghambat kemampuan dewan untuk melaksanakan tanggung jawabnya. Dewan tidak lagi percaya pada kemampuannya untuk terus memimpin OpenAI," kata perusahaan itu dalam posting-an blognya.

Pengumuman tersebut yang diambil secara tiba-tiba jelas mengejutkan banyak pihak. Sam Altman, salah satu tokoh terkemuka kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang sekaligus merupakan Co-Founder dan CEO dari OpenAI yang juga membuat aplikasi revolusioner, ChatGPT.

OpenAI yang didirikan pada tahun 2015, adalah perusahaan riset dan pengembangan AI. Teknologi-teknologi OpenAI meliputi sistem bahasa alaminya, GPT-4 dan ChatGPT, sistem generasi gambar DALL-E, dan sistem pengenalan ucapan sumber terbuka mereka, Whisper.

Dalam aplikasi praktisnya, ChatGPT memiliki beragam kegunaan. Ia dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah kompleks, memberikan informasi atas pertanyaan dan permintaan, menginspirasi gagasan-gagasan baru dalam banyak bidang.

Baca Juga: Tak Cukup Hadirkan ChatGPT, OpenAI Berencana Produksi Chip AI Sendiri

Aplikasi inilah yang sedang tren belakangan ini. ChatGPT membantu pengguna memahami konsep-konsep kompleks dengan menjelaskannya dengan kata-kata yang lebih sederhana, memberikan definisi, atau memberikan contoh-contoh yang berguna.

Bahkan belum lama ini, Sam Altman juga baru saja mengumumkan bahwa OpenAI tengah mengembangkan model AI generasi berikutnya, GPT-5. Sebelumnya, sesaat sebelum dipecat oleh dewan direksi OpenAI, mantan CEO OpenAI Sam Altman mengklaim GPT-5 akan lebih baik dari GPT-4 generasi sebelumnya.

OpenAI telah mulai membangun model AI generasi berikutnya GPT-5. Saat itu, Sam Altman mengkonfirmasi berita tersebut dalam sebuah wawancara baru-baru ini. Namun, dia mencatat bahwa untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan akan membutuhkan lebih banyak pendanaan dari mitra jangka panjangnya, Microsoft.

Hal ini terjadi setelah OpenAI mendapat pendanaan segar dari Microsoft. Dalam sebuah wawancara dengan Financial Times, dilansir via Gizchina, Altman mengatakan kemitraan dengan Microsoft telah berjalan sangat baik dan dia berharap dapat mengumpulkan lebih banyak dana dari Microsoft dan investor lainnya di masa depan.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore