
Ilustrasi menonton Televisi (Karolina Grabowska/ Pexels.com)
JawaPos.com – Seiring dengan adanya program Pemerintah Indonesia terkait migrasi TV analog ke TV digital banyak masyarakat yang masih merasa bingung.
Pasalnya mereka tidak mengetahui tujuan pasti kenapa diadakan program migrasi dari TV analog menuju TV digital (Analog Switch Off).
Bahkan ada anggapan masyarakat bahwa program pengalihan TV analog ke TV digital hanya untuk peralihan agar masyarakat membeli TV baru.
Padahal anggapan tersebut tidak benar adanya, sehingga disini akan dijelaskan terkait perbedaan TV analog dan TV digital agar bisa memahami tujuan program pemerintah yang sebenarnya.
Perbedaan TV Analog dan TV Digital
TV analog identik dengan bentuk besar di bagian belakang atau biasa disebut dengan TV tabung.
Namun tidak semua TV analog berbentuk tabung karena juga terdapat TV analog yang memiliki layar datar.
TV analog membutuhkan adanya Set Top Box (STB) agar dapat menangkap siaran TV digital.
Sedangkan TV digital tidak memerlukan adanya STB dan hanya perlu sistem pemancar DVB-T/T2.
Untuk bentuk dari TV digital mayoritas berlayar datar dan bagian belakangnya tidak berbentuk tabung, sehingga lebih indah dan menarik.
TV digital dapat menerima sinyal digital dan analog dengan baik.
Sedangkan TV analog masih terbatas dalam menerima sinyal antena berbentuk analog, sehingga rentan menimbulkan gangguan.
TV digital tidak bergantung kepada jarak antara stasiun pemancar televisi dengan tempat TV berada.
Akan tetapi, TV analog masih bergantung kepada jarak tersebut, sehingga semakin jauh semakin lemah sinyal yang diterima.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
