Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 September 2023 | 19.44 WIB

Berembus Isu Bakal Merger dengan XL Axiata, Smartfren: Kami Terbuka dengan Peluang yang Sifatnya Kolaborasi

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Kembali berembus kabar bahwa dua operator seluler (opsel) besar di Tanah Air akan melakukan aksi korporasi berskala masif. Dalam hal ini, XL Axiata dikabarkan bakalan merger dengan Smartfren.

Sebelumnya, Bloomberg mewartakan bahwa operator nirkabel terbesar di Malaysia, Axiata Group Bhd. dan konglomerat Indonesia PT Sinar Mas Group telah menghidupkan kembali pembicaraan yang dapat mengarah pada penggabungan operasi telekomunikasi mereka di Indonesia.

Pemilik PT XL Axiata dan PT Smartfren Telecom dilaporkan sedang bekerja sama dengan penasihat mereka masing-masing untuk membantu mempertimbangkan potensi transaksi, kata sumber tersebut, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena masalah tersebut bersifat pribadi.

"Opsi lain yang dipertimbangkan dapat mencakup perjanjian berbagi jaringan dan kemitraan," kata sumber yang mengetahui masalah tersebut dilansir dari Bloomberg, Selasa (5/9).

Dikonfirmasi secara terpisah oleh JawaPos.com, Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys masih enggan banyak bicara mengenai isu merger tersebut. "Yang jelas kami terbuka dengan segala peluang yang sifatnya kolaborasi," kata Merza singkat melalui sambungan telepon.

Ditanya lebih rinci mengenai sejauh mana isu tersebut berembus di internal Smartfren atau Sinar Mas sendiri selaku pemilik opsel tersebut, Merza enggan bicara lebih jauh. "Intinya kami terbuka dengan kolaborasi," tutur Merza.

Berbeda dengan XL Axiata. Group Head Corporate Communications XL Axiata Retno Wulan melalui pesan singkatnya saat dikonfirmasi terpisah oleh JawaPos.com menyebut kalau hal tersebut, isu merger yang sedang dibicarakan oleh para pemilik, opsel masing-masing merupakan rumor belaka.

"Informasi ini menurut kami masih spekulatif dan rumor, sehingga kami tidak bisa memberikan tanggapan lebih lanjut," tutur Iwul, sapan karibnya secara singkat.

Kendati kedua opsel tersebut di Tanah Air masih sama-sama menunggu dan enggan berkomentar lebih jauh, isu merger Smartfren dan XL Axiata sejatinya bukan merupakan isu baru.

Ini bukan kali pertama Smartfren dan XL Axiata dikabarkan bakal melakukan penggabungan perusahaan alias merger. Kabar rencana merger ini pertama kali beredar pada 2021 silam.

Kendati demikian, merger opsel di Indonesia sendiri merupakan keniscayaan. Beberapa waktu lalu, pasar telekomunikasi di dalam negeri belakangan ini memang sedang berkonsolidasi.

Tahun lalu, CK Hutchison Holdings Ltd. dan Ooredoo dari Qatar menggabungkan bisnis telekomunikasi mereka di Indonesia dalam transaksi senilai USD 6 miliar sebagai upaya mereka untuk memenangkan persaingan di pasar terbesar di Asia Tenggara dalam hal jumlah pelanggan.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore