
Ilustrasi: Seseorang mengakses situs porno lewat ponsel. (FastCompany)
JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kembali menjadi perbincangan masyarakat, khususnya di platform media sosial (medsos) Twitter. Hal tersebut setelah ditemukan nama akun Kemenkominfo di salah satu situs porno, Por**ub.
Mulanya, ada seorang pengguna Twitter dengan akun @sleepyheadbonzo. "Man is this ur biggest flex in 2019? verified por**ub account?" tulisnya sembari melampirkan bukti tangkapan layar situs porno yang di dalamnya ada nama akun Kemenkominfo.
Pantauan JawaPos.com di akun Twitter tersebut, cuitannya mendapatkan banyak tanggapan dari warganet. Ada sekitar 5.400 retweet, 470-an komentar, dan 3.400 likes.
Photo
Akun dengan nama Kemenkominfo di situs porno. (Screenshot via Twitter)
Dikonfirmasi JawaPos.com, Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu membantah Kemenkominfo memiliki akun di situs porno tersebut. Dirinya menyebut, Kemenkominfo tidak pernah membuat akun atau konten apapun pada situs porno Porno.
"Situs Por**ub sendiri telah diblokir oleh Kemenkominfo pada tahun 2017 karena konten pada situs tersebut memuat informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang mengandung muatan yang melanggar kesusilaan," ujarnya dalam pesan singkatnya kepada JawaPos.com, Kamis (26/12).
Lebih jauh, akun Kemenkominfo yang disebut palsu pada situs porno tersebut diduga dibuat oleh pihak tak bertanggung jawab. Atas upaya tersebut, pihak Kemenkominfo mengaku akan menempuh langkah hukum.
"Kemenkominfo telah berkoordinasi dengan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri untuk proses penegakan hukum atas tindak pidana pemalsuan informasi elektronik dengan mengatasnamakan Kementerian Kominfo RI tersebut. Kemenkominfo juga telah mengirimkan surat elektronik (email) kepada pengelola situs untuk menyampaikan keberatan penggunaan nama kementerian dan logo Kemkominfo pada situs tersebut," tandas Ferdinandus.
Untuk situs porno, pria yang akrab disapa Nando itu juga mengatakan bahwa Kemenkominfo akan terus melakukan upaya dan langkah strategis untuk menjaga jagat maya Indonesia dari konten-konten negatif. Termasuk melakukan langkah pemblokiran terhadap situs dan akun media sosial yang mengandung konten pornografi. Hingga November 2019, Kementerian yang dipimpin Johnny G Plate itu mengklaim telah memblokir lebih dari 1.500.000 situs dan akun media sosial yang mengandung konten pornografi.
"Kementerian Kominfo RI kembali mengingatkan warganet bahwa mendistribusikan atau mentransmisikan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang mengandung muatan melanggar muatan kesusilaan atau pornografi adalah sebuah tindak pidana siber yang diatur dalam UU ITE dengan ancaman pidana mencapai enam tahun penjara dan denda Rp 1 miliar," tandas Nando.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
