
Logo baru Vivo.
JawaPos.com - Pabrikan smartphone Tiongkok, Vivo, diam-diam meluncurkan submerek baru bernama iQOO. Kabar tersebut diumumkan Vivo lewat layanan media sosial Tiongkok, Weibo, Selasa (12/2) waktu setempat. Lantas apa tujuan Vivo membesut iQOO?
Sebagaimana JawaPos.com lansir dari laman DigitalTrends, Kamis (14/2), pengumuman iQOO sebagai merek baru dari Vivo merupakan upaya vendor asal Shenzen itu untuk bersaing di pasar smartphone premium. Untuk saat ini, Vivo tampaknya ingin menjaga iQOO di bawah pengawasannya.
Pada posting-an di Weibo, perusahaan juga berharap semua orang tahu asal-usul iQOO dari Vivo. Sayangnya, Vivo tidak menjelaskan rencananya untuk mengembangkan iQOO ke depannya. Namun karena ini adalah submerek pertamanya, mungkin saja perusahaan ingin membuat sesuatu yang sangat berbeda.
Vivo diketahui membuat ponsel dengan harga menengah ke bawah, yakni sekitar USD 600 sampai paling mahal USD 700 atau setara dengan Rp 8 hingga Rp 9 jutaan. Ini memunculkan spekulasi bahwa Vivo akan menggunakan iQOO untuk meluncurkan smartphone dan perangkat premium dengan harga lebih tinggi lagi.
Asumsi tersebut berangkat dari gambar yang menyertai pos iQOO di Weibo yang menunjukkan poster lanskap kota yang futuristik. Poster tersebut seolah mengisyaratkan perangkat dengan desain canggih.
Selain poster tersebut, Vivo tidak menjelaskan detail lebih. Satu-satunya posting lain di halaman Weibo yakni pertanyaan apakah pembaca tahu bagaimana cara mengucapkan nama iQOO, dan mendorong orang untuk menebak di kolom komentar. Dari tebakan tersebut, jika ingin iseng menebak, kami akan mengucapkan kata iQOO dengan kata IQ (I’Kyoo). IQ sendiri adalah akronim yang digunakan untuk hasil kecerdasan berupa skor yang digunakan untuk mengukur kecerdasan seseorang.
Vivo sendiri terkenal di dunia internasional karena perangkat konsepnya yang menarik. Mulai dari Vivo Apex yang diperlihatkan di Mobile World Congress (MWC) 2018 lalu, hingga versi 2019 yang lebih baru dari Apex dengan sensor sidik jari layar penuh dan desain tubuh yang tidak biasa. Ini akan ditampilkan secara lebih rinci selama MWC 2019.
Selain itu, Vivo juga bakal memanfaatkan panggung MWC 2019 akhir Februari pekan depan dengan mengumumkan iQOO. Di dalamnya juga termasuk produk pertama dari iQOO.
Sebagaimana diketahui, submerek adalah cara populer bagi produsen besar untuk menarik kelompok orang yang berbeda. Misalnya, Huawei menggunakan submerek Honor untuk menargetkan mereka yang memiliki anggaran lebih rendah dari yang diperlukan untuk membeli perangkat premium yang dijual oleh Huawei sendiri.
Perusahaan induk iQOO, Vivo, dimiliki oleh BBK Electronics, sama seperti Oppo dan OnePlus. Meskipun demikian, masa depan iQOO sebagai anggota keluarga BBK belum pasti. Segera setelah pendiriannya oleh para eksekutif Oppo, Realme merek baru menjadi perusahaan yang berdiri sendiri, seperti halnya OnePlus.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
