
ILUSTRASI - BUDIONO/JAWA POS
TAHUN Saka, siang hari, sebelum ada Borobudur. Gunung Merapi kelihatannya juga belum eksis.
Aku sudah berdiri di pelataran kedai yang sejak tempe garitnya kucolong bakulnya menjadi agak sinting. Setiap lelaki di muka kedainya bukan saja disenyuminya, tapi dijatuhcintainya pula. Sebelum ia jatuh cinta alami secara kilat, tempe curian sudah kukembalikan di nampan. Mendadak perempuan ayu itu mengurungkan cintanya padaku.
Segenggam tinju menohokku dari samping. Jotosan kilatnya hampir saja serambut menyerempet hidungku andai tak lekas-lekas aku ngeles begitu kurasakan udara samping terkuak. Anak muda itu terhuyung-huyung searah tinjunya. Menabrak dinding papan kayu nagasari, tapi langsung berdiri horizontal di dinding itu.
”Jangan ganggu dia!” geramnya seraya menuding bakul perawan tingting. ”Dia jodohku. Jauh-jauh aku datang dari masa depan sampai ke masa hidupmu sekarang untuk ikut pilkada. Ternyata zamanmu belum mengenal pilkada, karena zamanmu belum mengenal mata uang. Mataku lalu terantuk pandang pada perempuan yang tempenya gurih ini.”

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
