
ILUSTRASI: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (berbaju putih) main film. Dia memerankan sosok Soekarno. Film perjalanan hidup sang proklamator itu rencananya tayang Agustus. (Robertus Risky/Jawa Pos)
JawaPos.com - ”Memerankan sosok beliau itu saya ndredek,” kata Wali Kota Eri Cahyadi. Eri menjalani syuting film kemarin (30/7). Dia memerankan Bung Karno. Karisma sosok sang proklamator serta perjuangan Putra Sang Fajar membuat Eri grogi.
Film yang menceritakan sosok Soekarno itu disutradarai Andre Arisotya bersama Komunitas Begandring Soerabaia. Pengambilan gambarnya dilakukan di Lodji Besar, Peneleh. Dalam penggarapan film tersebut, dua genre dipadukan menjadi satu, yakni dokumenter drama.
Alur cerita film ini berfokus pada kehidupan Soekarno di Surabaya sebelum terjun ke dunia politik. Mulai masa kelahiran, kehidupan sekolah, hubungan percintaannya dengan Oetari, hingga diskusi pergerakan di rumah H.O.S. Tjokroaminoto.
Tujuannya, menegaskan ulang bahwa Soekarno lahir di Surabaya, tepatnya di Pandean Gang IV. ”Sebab, saat masa politik, beliau sudah banyak berkiprah di luar Surabaya,” jelas Andre.
Andre menyatakan, film tentang Soekarno itu berdasar kisah nyata. Agar ceritanya sesuai dengan perjalanan hidup Putra Sang Fajar, dibutuhkan riset yang mendalam. ”Ada tim riset dari Begandring dan FIB Unair. Saya tinggal mengubahnya jadi skrip film,” ungkapnya.
Satu yang belum ditentukan adalah judul film tersebut. Namun, dipastikan ada nama Koesno, nama asli Presiden Soekarno yang bakal digunakan.
Bagi Andre, kendala pada film ini terletak pada properti yang digunakan. Sebab, rumah H.O.S. Tjokroaminoto sedang direnovasi dan rumah kelahiran Soekarno sudah tidak otentik. ”Lodji Besar dipilih sebagai salah satu lokasi syuting supaya pemain benar-benar menjiwai,” terangnya.
Rencananya, film Bung Karno itu tayang perdana pada Agustus. Pengambilan gambar dilakukan di dua kota, yaitu Surabaya dan Mojokerto. Terutama pada kawasan yang merekam jejak presiden pertama RI tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
