alexametrics

Wali Kota Surabaya Sujud saat Audiensi dengan IDI dan Persi

29 Juni 2020, 19:31:42 WIB

JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melakukan sujud dua kali saat audiensi dengan para Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Jawa Timur terkait penanganan Covid-19 di Balai Kota Surabaya pada Senin (29/6). Kejadian itu berawal dari adanya keluhan salah satu dokter di RSUD Soetomo yang mengeluhkan banyak rumah sakit penuh dan banyak warga Surabaya yang tidak mentaati protokol kesehatan.

Mendapati hal itu, Risma pun mendekati dokter tersebut dan bersujud di dekat kakinya. Sambil tersedu Risma menyatakan bahwa Pemerintah Kota Surabaya tidak memiliki akses untuk berkomunikasi dengan RSUD Soetomo yang berada di bawah kewenangan Pemprov Jawa Timur. ”Kami tidak bisa bantu ke sana Pak, padahal rumah sakit lain kami bisa,” kata Risma seperti dilansir dari Antara.

Risma pun menjelaskan, sudah berusaha menjalin komunikasi yang baik dengan pihak RSUD Soetomo. Namun, ketika hendak mengirimkan bantuan alat pelindung diri (APD), pihak rumah sakit Soetmo menolak. Pemerintah Kota Surabaya rutin memberikan bantuan terutama APD ke rumah sakit-rumah sakit di Kota Surabaya. Bahkan ketika ada bantuan APD dari pihak swasta, Risma sendiri yang mengatur pembagian APD tersebut, sehingga tidak numpuk di Balai Kota Surabaya.

Risma mengatakan, rumah sakit yang diberikan bantuan APD itu tidak pandang bulu karena hampir semua rumah sakit yang diberikan Pemerintah Kota Surabaya. Namun RSUD Soetomo yang menolak menerima bantuan tersebut. Selain itu, Risma juga menjelaskan selama pandemi Covid-19, Risma beserta jajaran Pemerintah Kota Surabaya sudah bekerja keras mati-matian untuk menangani pandemi global tersebut. Dia juga mengakui bahwa tidak ingin ada warga Kota Surabaya yang meninggal karena Covid-19. Namun, juga tidak ingin ada warga Surabaya yang mati karena kelaparan.

”Kami ini sudah bekerja keras, berat. Apa dikira saya rela warga saya mati karena Covid-19 atau mati karena tidak bisa makan? Pak, semalam saya dan Linmas sekitar pukul 03.00 WIB, masih ngurusi warga bukan Surabaya. Warga bukan Surabaya saja kami masih urus, apalagi warga Kota Surabaya,” ucap Risma.

Menurut dia, persoalan kesehatan atau Covid-19 dengan persoalan ekonomi di Kota Surabaya harus berjalan seimbang. Namun, kata dia, protokol kesehatan harus selalu diutamakan. Karena itu, demi menjamin dan mendisiplinkan warga supaya terus menjaga protokol kesehatan, semua organisasi perangkat daerah (OPD), terutama Satpol PP terus menggelar operasi dan razia setiap hari.

Bahkan, kata dia, jika menemui warga yang tidak memakai masker, mereka langsung menyita KTP-nya. Bagi yang tidak membawa KTP, langsung diberi sanksi sosial seperti menyapu jalan dan bahkan diminta merawat pasien di Liponsos.

Pada kesempatan itu, lanjut dia, ada juga keluhan tentang rumah sakit yang penuh karena pasien itu baru dipulangkan setelah melakukan swab test atau tes usap dua kali. Sedangkan pihak rumah sakit, tidak mau memulangkan pasien tersebut karena tidak bisa diklaim ke BPJS.

Menanggapi keluhan tersebut,  Risma langsung meminta supaya pasien itu dikeluarkan. ”Kalau memang tidak bisa diklaim ke BPJS, silakan klaim kepada kami. Sejak awal saya sudah sampaikan itu,” kata Risma.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara



Close Ads