Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Agustus 2020 | 19.48 WIB

Dari 73 orang yang Swab Test, 47 Napi Lapas Porong Terpapar Covid-19

PENANGANAN EKSTRA: PEtugas melakukan tes swab kepada para penghuni Lapas Porong, Kamis (27/8). Selain para warga binaan, tes juga dijalani para pegawai. (Lapas Porong for Jawa Pos) - Image

PENANGANAN EKSTRA: PEtugas melakukan tes swab kepada para penghuni Lapas Porong, Kamis (27/8). Selain para warga binaan, tes juga dijalani para pegawai. (Lapas Porong for Jawa Pos)

JawaPos.com - Hasil tes swab untuk para napi dan pegawai Lapas Kelas I Surabaya di Porong pada 25 Agustus di luar dugaan. Di antara 73 orang yang menjalani uji swab, 50 orang terdeteksi terpapar virus korona (Covid-19).

Berdasar informasi, laporan hasil tes swab dari tim RSUD dr Soetomo telah terkirim. Tapi, belum dalam bentuk laporan resmi orang per orang. Hanya berupa lembaran yang berisi nama para pihak yang ikut uji swab beserta keterangan terdeteksi dan tidak terdeteksi terpapar virus korona.

Dalam laporan disebutkan, ada 47 napi yang terdeteksi terpapar virus Covid-19. Tiga orang lainnya merupakan pegawai lapas. ”Semua yang terdeteksi telah diisolasi,” kata Kepala Lapas Kelas I Surabaya Gun Gun Gunawan.

Selain itu, pihaknya menambah kamar isolasi khusus bagi mereka yang terpapar virus korona jenis baru tersebut. Termasuk memisahkan warga binaan yang rentan terhadap virus dan sudah lansia.

Kemarin pihak lapas mendata warga binaan yang masuk kelompok rentan. Mereka yang memiliki penyakit penyerta dan sudah tua dipisahkan. Disediakan ruang isolasi khusus agar mereka tidak terpapar virus korona.

Misalnya, yang terjadi pada mantan Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus. Dia kemarin dinyatakan meninggal dunia. Laki-laki 68 tahun itu salah satu napi yang terdeteksi terpapar Covid-19. Napi dugaan kasus korupsi yang divonis pidana penjara selama 3,5 tahun itu memiliki penyakit penyerta. Di antaranya, diabetes, hipertensi, dan jantung koroner.

Gun Gun menyatakan, Mas’ud merupakan salah satu warga binaan yang pernah melakukan kontak dengan salah satu warga binaan yang dinyatakan positif Covid-19. Tapi, dia tidak menunjukkan gejala sakit.

Saat informasi hasil tes swab disampaikan dan Mas’ud terindikasi terpapar virus, pada Rabu (26/8) pukul 18.00 pihak lapas memindahkannya ke blok rumah sakit guna menjalani isolasi. ”Hasil swab yang dilakukan tanggal 25 Agustus, yang bersangkutan dinyatakan terdeteksi Covid-19,” ujarnya.

Hingga akhirnya kemarin pukul 07.52, Mas’ud menunjukkan gejala batuk dan sedikit sesak. Sejam kemudian, pihak lapas melakukan koordinasi dengan RS Mitra Keluarga, Waru. Pada pukul 11.15 WIB, dengan dikawal petugas lapas, warga binaan blok H itu diberangkatkan ke rumah sakit. Sekitar satu jam dirawat di rumah sakit, dia mengalami penurunan irama jantung menjadi 30 kali/menit. Lima menit berselang, Mas’ud dinyatakan meninggal dunia.

Gun Gun mengaku sangat kehilangan. Menurut dia, selama ini Mas’ud menjadi tokoh di lapas. Dia berperan sebagai pengasuh pondok pesantren dan jamaah Masjid Nurul Fuad di lapas yang terletak di Kecamatan Porong itu. ”Kami sangat kehilangan. Semoga almarhum husnul khatimah,” harapnya.

Dapat Dukungan Gubernur

Sementara itu, Kanwil Kemenkum HAM Jatim terus berupaya mengatasi persebaran Covid-19 di lapas/rutan. Salah satunya mengadakan koordinasi dengan gubernur dan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Jatim. Hasilnya, gubernur dan jajarannya menyatakan keprihatinannya dan siap mendukung penyelesaian persoalan tersebut.


Dalam pertemuan di Gedung Negara Grahadi itu, Kakanwil Kemenkum HAM Jatim Krismono didampingi Kalapas Surabaya Gun Gun Gunawan dan Kabid Pembinaan Hero Sulistiyono. Gubernur Khofifah Indar Parawansa didampingi Ketua Gugus Tugas Kuratif Covid-19 Jatim dr Joni Wahyuhadi serta direktur RS Saiful Anwar Malang dan direktur RSJ Menur Surabaya.

Krismono menyampaikan kondisi terkini lapas dan rutan di Jatim. Terutama kondisi kesehatan para WBP di Lapas Kelas I Surabaya dan Lapas Mojokerto. Menurut dia, sejak pandemi Covid-19 mulai masuk ke Indonesia, pihaknya telah melakukan langkah-langkah penanganan Covid-19. ”Mulai dari menerapkan protokol kesehatan, sosialisasi pola hidup sehat, dan peniadaan kunjungan,” ujarnya.

Mendengar penjelasan itu, Khofifah mengaku prihatin dengan apa yang terjadi di dalam lapas. Pihaknya akan memberikan atensi yang maksimal. Harapannya, persoalan Covid-19 di lapas bisa teratasi. ”Kami siap membantu, termasuk jika dibutuhkan RS lapangan untuk membantu mempercepat penanganan di lapas,” terangnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=M5qjYuEwjWY

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore