Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 April 2021 | 03.52 WIB

Pendapatan SWK Meningkat setelah Wali Kota Roadshow Bareng Influencer

Suasana simulasi penggunaan GeNose C19. Humas PT Angkasa Pura 1 - Image

Suasana simulasi penggunaan GeNose C19. Humas PT Angkasa Pura 1

JawaPos.com–Selama dua minggu terakhir, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakuakn roadshow berkeliling ke berbagai Sentra Wisata Kuliner (SWK) di Surabaya. Eri tidak sendiri. Dia ditemani beberapa influencer. Di antaranya Andy Gondowijoyo dari @info_surabaya dan Syafira dari @kulinersuroboyo. Dalam roadshow itu, Eri mencoba masakan dan juga melakukan review SWK.

Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara menjelaskan, roadshow itu sebagai upaya promosi SWK. Dengan kedatangan Wali Kota Surabaya dan juga influencer, harapannya warga tertarik datang dan mencicipi makanan di sana.

”SWK ini kan tempatnya UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Dengan promosi ini, harapannya banyak yang datang dan bisa mendongkrak perekonomian warga,” tutur Febriadhitya Prajatara pada Rabu (28/4).

Dari catatan Dinas Koperasi yang menaungi SWK, memang ada peningkatan signifikan dari roadshow itu. Widodo, Kepala Dinas Koperasi menjelaskan, kenaikan keuntungan cukup variatif.

”Kenaikannya berdasar pendapatan harian mereka. Berdasar laporan, naiknya variatif. SWK kondisinya sangat bervariasi, macam-macam. Misal SWK yang sudah dikunjungi, SWK Jembatan Merah di Jalan Kasuari, yang biasa pendapatannya sudah tinggi, terus kita promosikan, lebih naik. Biasanya penghasilannya Rp 8–Rp 9 juta, sekarang Rp 15 juta per hari,” tutur Widodo.

Dia mengaku animo masyarakat setelah roadshow meningkat. Selain SWK di Jalan Kasuari, SWK Babat Jerawat juga mengalami peningkatan keuntungan.

”Biasanya Rp 4–Rp 5 juta, sekarang 2 kali lipat. Ini sesuai dengan hasil pantauan kami. Selama 2021, pendapatan SWK lebih meningkat meski kapasitas masih cuma 50 persen,” ungkap Widodo.

Tahun ini, Widodo mencatat kenaikannya terjadi kurang lebih sebesar 60 persen bila dibandingkan sebelum masa pandemi. Untuk itu pihaknya berupaya terus mendongkrak pembelian.

”Dari total 49 SWK kurang lebih ada 1.039 pedagang. Supaya lebih berkembang, kami ada program pendampingan antar warung. Chef di beberapa tempat yang sudah terkenal akan menjadi mentor bagi SWK. Harapannya supaya kualitas terus meningkat,” terang Widodo.

Beberapa tempat yang sudah menjadi mentor di antaranya adalah Soto Pak Sadi, Soto Cak To Undaan, Rawon Setan, Tahu Tek Pak Jayen, Rujak Cingur Genteng, dan Lontong Balap Pak Gendut. ”Setelah itu, ada pemetaan label recommended di beberapa SWK. kalau sudah ada label itu, biasanya pembeli berdatangan,” ujar Widodo.

Bebrapa SWK dengan pendapatan tertinggi di antaranya SWK Dharmahusada, SWK Kebun Bibit, SWK Bratang, SWK Wiyung, SWK Ampel, SWK Babat Jerawat, SWK Sukomanunggal, SWK Jajar Tunggal, SWK Tandes, dan SWK Embong Sawo.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=JlfHt2CngYk

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore