Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 September 2022 | 20.48 WIB

Dishub Kaji Reaktivasi Trayek Mati, Agar Bisa Jangkau Fasilitas Publik

ONGKOSNYA MURAH: Seorang warga menaiki angkot yang ngetem di depan Pasar Wonokromo, Rabu (18/9). (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos) - Image

ONGKOSNYA MURAH: Seorang warga menaiki angkot yang ngetem di depan Pasar Wonokromo, Rabu (18/9). (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

JawaPos.com – Beberapa trayek angkot saat ini memang sudah mati. Hal itu mengakibatkan beberapa layanan yang menjangkau fasilitas publik penting ikut mati suri. Pemkot Surabaya pun memastikan bakal menata ulang dan mereaktivasi trayek yang mati itu.

Misalnya, di kawasan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bhakti Dharma Husada, dulu ada angkot Z1. Melayani rute Benowo hingga Ujung Paru PP. Itu bukan satu-satunya trayek yang mati. Beberapa lainnya juga senasib. Misalnya, angkot N, Kalimas Barat sampai Bratang. Lalu, angkot RBK, Rungkut Barata sampai Kenjeran.

Permasalahan itu akan terus bermunculan seiring persaingan moda transportasi yang kian ketat. Kasi Angkutan Jalan dan Penumpang Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Ali Mustafa mengatakan, rerouting adalah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan rute yang mati. Bagaimanapun, ada kewajiban pemerintah kota di sana untuk tetap menyediakan moda transportasi umum.

’’Nanti kami alihkan rute yang masih aktif untuk melintas di jalur yang mati tersebut. Dengan begitu, harapannya layanan bisa pulih. Pilihan angkutan umum bisa bertambah, segera kami siapkan untuk kajian ini,’’ katanya.

Di sisi lain, meski rute aktif, kemungkinan warga mau naik angkot juga kecil bila armada yang ada itu-itu saja. ’’Memang kami terus mendorong operator yang ada ini untuk melakukan peremajaan,’’ paparnya.

Sambil menunggu rerouting dan berharap operator angkot melakukan peremajaan, Pemkot Surabaya bisa fokus membenahi Suroboyo Bus sebagai moda transportasi utamanya. Sayangnya, jumlah yang terbatas membuat pelayanan kurang maksimal.

Kepala UPTD Pengelolaan Transportasi Umum (PTU) Eni S. Fajarsari menuturkan, saat ini ada 28 armada Suroboyo Bus, termasuk dua unit bus tingkat. Jumlah tersebut tentunya belum optimal untuk mencapai durasi tunggu (headway) 10 menit. Sebab, jumlah tersebut dibagi untuk tiga rute. Yakni, rute Purabaya–Rajawali, TIJ–TOW, dan Gunung Anyar–Kenpark.

Agar mencapai durasi tunggu 10 menit, seharusnya ada 49 armada. Yakni, TIJ– TOW 24 unit, Purabaya–Rajawali 13 unit, dan Gunung Anyar–Kenpark 12 unit. Jika di setiap rute jumlah armadanya seperti itu, durasi tunggu setiap bus bisa lebih cepat.

Wakil Ketua Komisi C Aning Rahmawati menilai, saat ini prioritas pemkot belum terlihat di sektor transportasi. Pemkot masih berkutat dan berkonsentrasi di sektor kesejahteraan (kesra). Kendati demikian, sektor transportasi tidak sepatutnya dianaktirikan.

Bukti pemkot kurang serius ditunjukkan dari anggaran untuk transportasi yang dikucurkan. Pada 2022 dinas perhubungan (dishub) mengalokasikan anggaran Rp 474 miliar. Namun, anggaran untuk transportasi hanya Rp 72,7 miliar. Angka itu dibagi untuk dua jenis transportasi. Yaitu, transportasi air dan darat. Transportasi darat Rp 70 miliar, sedangkan transportasi air Rp 2,7 miliar.

Menurut Aning, seharusnya pemkot lebih berani menganggarkan kebutuhan transportasi lebih besar dari Rp 72,7 miliar. Potensi pendapatan asli daerah (PAD) juga menjanjikan. ”Anggaran transportasi masih kalah dengan anggaran penerangan jalan umum (PJU),’’ katanya.

PEMETAAN KONDISI TRANSPORTASI UMUM DI SURABAYA

- Jumlah trayek angkot terdaftar: 58 trayek

- Jumlah trayek angkot aktif: kurang lebih 40 trayek

- Jumlah angkutan umum yang masih beroperasi: 350 unit

- Jumlah feeder pengganti angkot: 36 unit

- Jumlah kebutuhan Suroboyo Bus: 49 unit

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore