
ANTISIPASI: Tim penyemprotan disinfektan menyisir sejumlah ruangan pesantren di Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. (Jawa Pos Radar Genteng)
JawaPos.com – Situasi persebaran coronavirus disease (Covid) 19 di Jatim masih sangat fluktuatif. Hal itu terlihat dari status zona risiko penularan virus antardaerah yang masih naik turun.
Sejumlah daerah yang awalnya dinyatakan relatif aman kini mulai rawan. Demikian pula sebaliknya. Yang sedikit melegakan, jumlah kabupaten/kota yang masuk kategori zona kuning alias daerah risiko rendah kian bertambah.
Pada pekan pertama Agustus, tercatat lima daerah yang masuk kategori kuning. Jumlah itu bertambah lagi di pekan kedua, naik jadi delapan. Data terbaru, kini sudah ada 13 kabupaten/kota yang berstatus zona kuning,
Sementara itu, daerah yang berstatus zona merah masih sama. Ada dua daerah. Yakni, Tuban (naik status dari sebelumnya zona oranye) serta Sidoarjo. Sementara itu, Surabaya yang pekan lalu berwarna merah kini turun status jadi zona oranye.
Ketua Satgas Covid-19 Jatim Rumpun Kuratif dr Joni Wahyuhadi mengungkapkan, perubahan status risiko penularan di tiap daerah menandakan bahwa persebaran virus korona masih patut diwaspadai. ”Artinya, penyebaran virus bisa saja turun, bisa juga naik,’’ katanya.
Menurut Joni, zona persebaran virus korona bisa makin baik jika kesadaran masyarakat untuk mencegah persebaran virus juga membaik. ”Karena itu, idealnya, masyarakat melihat peta zona tersebut dari sisi lain. Yakni, menumbuhkan semangat untuk bersama-sama mencegah penyebaran virus,’’ ucap dia.
Di sisi lain, pergerakan status zona persebaran Covid-19 di tiap daerah memang tengah jadi atensi pemprov. Itu tak lepas dari kebijakan uji coba pembelajaran tatap muka yang tengah berlangsung. Yakni, uji coba ini digelar di daerah yang berstatus zona oranye dan kuning.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pemprov menggunakan sistem uji coba bertahap, bertingkat, dan berlanjut. Saat ini uji coba pembelajaran tatap muka masuk kategori bertahap. ”Selesai uji coba, akan dilakukan evaluasi,’’ katanya.
Hasil evaluasi menentukan apakah uji coba ditingkatkan atau tidak. Apabila ditingkatkan, hasilnya akan dievaluasi untuk menentukan apakah dilanjutkan atau tidak. ”Harapannya, uji coba tidak memengaruhi perubahan zona risiko. Dengan begitu, pembelajaran tatap muka bisa ditingkatkan,” katanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
