Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Agustus 2020 | 23.38 WIB

Mahasiswa Bilang Pengganti Risma Harus Rangkul Semua

ilustrasi penganiayaan anak. Dok JawaPos - Image

ilustrasi penganiayaan anak. Dok JawaPos

JawaPos.com–Pemilihan Wali Kota Surabaya 2020 mempengaruhi seluruh lini masyarakat. Salah satunya organisasi mahasiswa eksternal yang turut menjadi bagian dari kontestasi pilwali. Kelompok yang aktif mengadakan diskusi dan kegiatan sosial itu memiliki berbagai harapan serta tuntutan bagi calon wali kota berikutnya.

Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Surabaya Devi Kurniawan mengatakan, IMM tidak mengusung satu pun calon wali kota. Namun, pihaknya berharap pengganti Risma tidak hanya fokus ke pusat kota. ”Di wilayah Surabaya Barat dan Timur masih banyak kesenjangan. Harusnya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya lebih memperhatikan itu,” tutur Devi pada Kamis (27/8).

Dia juga berharap pengganti wali kota saat ini, Tri Rismaharini, mampu melakukan pemerataan pembangunan dengan baik. Terutama dengan menggunakan pendekatan kultural. ”Jangan emosional. Lebih banyak mendekat dengan masyarakat. Mendengarkan kebutuhan mereka dan banyak berdialog,” ujar Devi.

Sebagai kota metropolitan Surabaya, Devi meminta pemimpin berikutnya untuk lebih ramah terhadap pendatang. ”Kota terbesar kedua setelah Jakarta loh. Artinya banyak orang yang datang ke sini. Banyak-banyaklah merangkul pendatang dan generasi milenial. Selain itu, stakeholder juga dirangkul. Jangan cuma mengedepankan kepentingan golongan tertentu,” ujar Devi.

Hal yang sama diungkapkan Muhammad Abduh, pimpinan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Surabaya. Dia berharap pemimpin berikutnya lebih peduli dan memperhatikan generasi muda. Dia merasa selama ini generasi muda kurang dilibatkan dan diperhatikan Pemkot Surabaya.

”Selama ini organ eksternal kampus mengalami kesusahan menjalin silaturahmi dengan pemkot dan wali kota. Sehingga mungkin tidak pernah dilibatkan dalam pembuatan kebijakan,” tutur Abduh.

Di sisi lain, Abduh mengapresiasi DPRD Kota Surabaya yang pernah melibatkan KAMMI dan organisasi mahasiswa eksternal dalam pembuatan kebijakan terkait dengan peredaran minuman keras di Surabaya. Dia berharap pemimpin berikutnya bisa melakukan hal yang sama. ”Jadi membuat forum komunikasi publik. Atau sesi hearing. Jadi bisa tahu kebutuhan publik seperti apa,” kata Abduh.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=_L4ETyAp29w

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore