
Pengukuran dan pembersihan Sekolah Taman Siswa yang akan dijadikan museum pendidikan mulai digarap. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pengukuran dan pembersihan Sekolah Taman Siswa yang dijadikan museum pendidikan mulai digarap kemarin. Pemkot memastikan pembersihan dan pengecatan bagian dalam gedung rampung bulan depan.
Beberapa petugas mulai merapikan plafon di bagian dalam gedung kemarin. Beberapa petugas yang lain tampak mengangkuti puluhan andang besi dari pikap yang diparkir di halaman museum.
Di ruangan, tim dari dinas kebudayaan dan pariwisata juga sedang mengukur luas ruangan. Khususnya memetakan beberapa ruangan untuk memajang koleksi museum. ’’Ini masih mengukur untuk nanti dibuat konsep,’’ ucap staf Unit Permuseuman Disbudpar Surabaya M.T. Agus kemarin (26/7). ’’Pengukuran itu merupakan langkah awal sebelum dilakukan penataan koleksi,’’ lanjutnya.
Pembersihan dan pengerjaan bagian dalam bangunan yang bakal dijadikan museum itu memang baru dilakukan. Sebelumnya, pintu museum selalu terkunci. Di dalamnya memang masih banyak barang milik penyewa.
Bulan lalu pemkot melalui kejaksaan menyurati pemilik barang itu. Inti surat tersebut, pemilik barang harus segera membersihkan aset yang menjadi miliknya. ’’Kemarin sudah mulai dibersihkan,’’ jelas Kabid Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP CKTR) Iman Kristian.
Photo
LUAS LEBIH DARI SATU HEKTARE: Pekerja membenahi bangunan Sekolah Taman Siswa di Jalan Genteng Kali yang diperuntukkan sebagai museum pendidikan. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
Setelah barang-barang dikeluarkan, pemkot akan memperbaiki beberapa bagian yang rusak. Di ataranya, atap dan tiang kayu yang lapuk. Setelah itu, baru dilakukan pengecatan dasar bangunan. Pengerjaan hingga pengecatan bangunan bakal rampung bulan depan. Setelah itu, secara bertahap cipta karya akan melakukan finishing beberapa bangian yang perlu perbaikan.
Kompleks bangunan yang berada di Jalan Genteng Kali itu memiliki tiga gedung. Yang paling besar akan digunakan untuk museum. Sementara itu, di sisi timur, bangunan memanjang akan dipakai untuk rumah matematika. Sementara ituk bangunan paling barat bakal dijadikan ruang baca.
Pengerjaan pembangunan kompleks museum dilakukan secara bertahap. Selain perbaikan tiga gedung, pemkot berencana menjebol tembok di sisi utara yang menghadap Kalimas. Tembok dirobohkan agar akses masuk ke museum bisa melalui Taman Ekspresi.
Anggota Tim Cagar Budaya Pemkot Purnawan Basundoro berharap, pembangunan museum itu bisa menggambarkan kondisi pendidikan Surabaya dari masa ke masa. ”Paling tidak bisa mengumpulkan berbagai barang peninggalan yang bisa mempresentasikan pendidikan,” jelasnya.
Meski begitu, dosen sejarah Universitas Airlangga itu berharap, ke depan museum pendidikan tidak hanya dijadikan untuk menumpuk barang. Tetapi, juga bisa interaktif dan menarik pengunjung. ’’Kalau ada kegiatan-kegiatan menarik, pasti banyak yang datang,’’ tuturnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
