alexametrics

PSBB Surabaya Raya Berlaku Mulai Besok, Gandengkan Ojol-Pedagang Pasar

27 April 2020, 11:47:16 WIB

JawaPos.com – Ada lebih dari 6 ribu driver ojek online (ojol) yang bakal terdampak aturan PSBB. Mulai besok, mereka tidak boleh lagi membawa penumpang. Berbagai daerah sudah menyiapkan langkah antisipasi.

APLIKATOR ojek online (ojol) akan mematuhi peraturan gubernur Jawa Timur (Jatim) tentang PSBB. Chief Corporate Affairs PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) Nila Marita mengatakan, layanan transportasi roda dua (GoRide) tidak akan tersedia di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik mulai 28 April hingga 11 Mei 2020.

Sedangkan layanan transportasi roda empat (GoCar) dan (GoBlueBird) tetap tersedia dengan maksimal dua orang penumpang per mobil.

”Kami mengingatkan agar penumpang GoCar dan GoBlueBird menggunakan masker selama perjalanan serta mengikuti panduan keamanan yang diinformasikan lewat aplikasi,” tutur Nila kemarin.Layanan pesan antar makanan (GoFood), layanan telemedik dan pengantaran obat (GoMed), serta pengantaran barang (GoSend, GoMart, GoShop, dan GoBox) tetap beroperasi seperti biasa.

Gojek juga membuka Posko Aman Bersama Gojek di Jatim. Para driver dapat mengambil masker dan hand sanitizer serta melakukan cek temperatur tubuh secara gratis di posko tersebut. ”Selain itu, kendaraan para mitra secara berkala dibersihkan dengan disinfektan di posko tersebut,” sambung Nila.

Chief Marketing Officer PT Tekno Karya Nusa (Nujek) Imam Syafii mengatakan, pihaknya juga akan mengarahkan agar driver menaati aturan terkait PSBB. Meski transaksi ojek (Nuride) pada start-up asal Surabaya itu sudah menurun sejak terjadi pandemi, layanan pengantaran makanan (Nufood), pengantaran barang (Nufast), dan belanja harian (Numart) melonjak hingga 200 persen. ”Kami sedang penjajakan. Kemarin sudah dipanggil Dinas Koperasi dan UMKM Jatim untuk meeting lebih lanjut,” ujarnya.

Penjajakan itu terkait dengan rencana menjadikan pedagang-pedagang pasar sebagai mitra belanja harian dan sembako Nujek. Sebelumnya Nujek sudah menyediakan layanan tersebut di 14 pasar di wilayah Pasuruan.

Untuk membantu driver yang pendapatannya menurun, Nujek telah menghapus potongan 15 persen bagi para driver di Surabaya dan Sidoarjo. Kebijakan bebas potongan itu diberlakukan sejak Maret lalu. ”Jadi, ongkos kirim 100 persen untuk driver,” ucap Imam.

Untuk wilayah Gresik, pihaknya masih perlu berkomunikasi lebih lanjut dengan mitra. ”Kita harapkan sama, bisa tanpa potongan,” imbuhnya. Sejauh ini Nujek telah menggandeng sekitar 2.000 mitra driver di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

Humas Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jatim Daniel Lukas Rorong mengatakan, driver roda dua akan mematuhi larangan memboncengkan penumpang. Driver roda empat juga akan menjaga jarak fisik dengan penumpang. Namun, sejauh ini belum ada komunikasi langsung soal PSBB. ”Baik dengan Pemprov Jatim maupun aplikator, belum ada sosialisasi,” ujarnya.

Daniel mengatakan, pada dasarnya driver mendukung penerapan PSBB. Namun, pihaknya membutuhkan bantuan pemerintah serta keringanan dari aplikator. Sebab, masih banyak driver yang belum mendapatkan bantuan dari program jaring pengaman sosial pemerintah, baik berupa sembako maupun uang tunai. Padahal, pendapatan driver sudah berkurang 50 hingga 70 persen sejak bulan lalu. Penurunan pendapatan itu disebabkan menurunnya demand layanan antar penumpang sejak diterapkannya kebijakan bekerja dan belajar dari rumah.

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan, ojol di Jawa Timur sudah didata. Termasuk yang berlokasi di Surabaya Raya. Setelah mendata, pemerintah provinsi memverifikasi mereka. ”Verifikasi itu untuk mengantisipasi bantuan yang tumpang-tindih,” katanya. Ada ojol yang sudah masuk daftar bantuan pangan nontunai (BPNT). Ada juga yang terdaftar pada program keluarga harapan (PKH). Mereka sudah mendapat alokasi bantuan dari pemerintah pusat. ”Pemerintah provinsi menangani mereka yang belum terdaftar sebagai penerima bantuan dari mana pun,” ujarnya.

Di Surabaya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Muhammad Fikser menerangkan, pemkot sudah menginstruksikan Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) untuk menggandeng ojol. ”Instruksi itu sudah kami sampaikan ke PD Pasar,” kata Fikser. Kerja sama antara ojol dan pedagang pasar diharapkan bisa menumbuhkan simbiosis mutualisme. Sebelum PSBB digulirkan, pendapatan pedagang pasar merosot tajam. Bahkan, Wakil Ketua Kumpulan Pedagang Pasar Seluruh Surabaya (KPPSS) Mas’ud mengaku omzetnya turun 90 persen. Yang biasanya mendapat Rp 2 juta per hari, kini jadi Rp 200 ribu.

Karena orang-orang takut datang ke pasar, kerja sama dengan ojol tersebut dianggap sebagai opsi yang paling memungkinkan. PDPS sudah mengambil langkah awal. Mereka mendata nomor seluruh pedagang dan jenis dagangannya. Nomor itu sudah bisa diakses di pasarsurya.surabaya.go.id. Pembeli bisa berbelanja sayur, daging, konfeksi, atau peralatan elektronik melalui WhatsApp atau telepon. Nantinya pemilik toko memesan ojol untuk mengantar. ”Jadi, bisa belanja dari rumah,” lanjut Fikser.

Bantuan Sembako atau BLT

Terkait bantuan sembako, pemkot tidak membedakannya berdasar jenis pekerjaan. Ojol bisa mendapatkan bantuan sembako dengan melapor ke RW setempat. RW akan mendaftarkan warganya melalui aplikasi pendaftaran masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Saat ini sudah ada 702.127 warga yang memiliki SK MBR itu. Selama PSBB, mereka bakal mendapat bantuan berupa beras, kering tempe, abon, bumbu pecel, hingga mi instan.

Sementara itu, hingga kemarin Pemkab Gresik belum satu suara terkait bantuan untuk masyarakat terdampak korona. Legislatif menghendaki jaring pengaman sosial diberikan secara tunai kepada masyarakat. Namun, pemkab memilih sembako. Menurut Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik Reza Pahlevi, pemkab meminta dinas terkait menyisir masyarakat yang terdampak korona.

Dalam hitungan awal, ada 80 ribu kepala keluarga (KK) yang bakal menerima bantuan sembako. Namun, dari hasil penyisiran hingga Jumat (24/4), angkanya melonjak menjadi 120 ribu KK. Bantuan itu sesuai data dari dinas sosial. Angka tersebut berasal dari keluarga miskin baru yang belum mendapatkan bantuan program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan nontunai (BPNT). Juga, warga yang tidak menerima bantuan langsung tunai (BLT) dari dana desa (DD).

’’Bisa saja jumlah kepala keluarga yang berhak mendapatkan bantuan itu membengkak,’’ tutur Reza kemarin (26/4). Bantuan dialokasikan Rp 200 ribu per KK. Bantuan itu disalurkan mulai April hingga Juli. Namun, Reza belum bisa memastikan apakah bantuan masyarakat terdampak korona itu berbentuk tunai (BLT) atau sembako. ’’Kalau BLT harus by name, by address. Tapi, ada kekhawatiran penerima menggunakan BLT secara konsumtif,’’ ujar Reza.

Sebaliknya, jika bantuan berupa sembako, penerima akan memanfaatkannya untuk makan. ’’Bapak Bupati meminta dibicarakan yang terbaik. Monggo BLT atau sembako,’’ kata Reza. Karena belum ada kepastian, Pemkab Gresik belum berencana menggandeng ojol (ojek online) dalam penyaluran distribusi bantuan. Saat ini Pemkab Gresik telah membagikan sembako. Namun, pendistribusiannya langsung disalurkan melalui desa/kelurahan. ’’Kelurahan yang mendistribusikan kepada penerima,’’ katanya. Jadi, tidak ada tambahan alokasi biaya pengiriman. ’’Kalau menggunakan ojol, siapa yang menanggung biaya kirimnya. Itu harus dipikirkan juga,’’ katanya.

Di Sidoarjo, pemkab menyiapkan jaring pengaman sosial untuk driver ojol, sopir angkot, dan pelaku UMKM. ”Untuk mereka ada 24.600 paket sembako. Khusus warga miskin juga dapat. Total ada 135 ribu paket sembako,” terang Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) M. Tjarda Mulak. Mulai hari ini sebagian bantuan tersebut dibagikan. Pemerintah desa juga bisa memberikan bantuan langsung tunai lewat program dana desa masing-masing.

Kemarin diadakan sosialisasi PSBB di Sidoarjo. Jajaran polresta mendatangi kafe dan restoran. Sedangkan pemkab mengadakan sosialisasi lewat camat, kepala desa, dan media sosial. Kemarin petugas juga memasang bangunan sementara untuk checkpoint. Sebanyak 21 titik disiapkan. Lalu, bantuan 1,5 juta masker sumbangan pengusaha hari ini dibagikan ke seluruh warga.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin menjamin semua warga akan mendapatkan. Karena dibagikan sesuai data jumlah penduduk. ”Desa yang bagikan. Sebelum PSBB kita lengkapi kebutuhan masker warga. Karena saat PSBB juga wajib pakai masker,” katanya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : riq/sal/yad/agf/res/rin/car/uzi/c9/c10/c15/c6/oni

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads