
Photo
JawaPos.com – Hari Kurniawan memanfaatkan kepanikan masyarakat yang membutuhkan tabung oksigen untuk menipu. Dia menawarkan tabung oksigen melalui Facebook. Calon pembeli diminta transfer sebelum pengiriman. Setelah itu, dia kabur. Tabung oksigen tidak dikirim.
Tersangka dibekuk di Driyorejo, Gresik. ”Benar-benar keterlaluan,” kata Kanitresmob Polrestabes Surabaya Iptu Arief Ryzki Wicaksana kemarin (25/7).
Modusnya, tersangka membuat akun Facebook dengan nama Meriang Hati. Warga Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo, Gresik, tersebut selanjutnya membuat beberapa unggahan penawaran tabung oksigen. ”Memanfaatkan kondisi terkini saat oksigen sangat dicari,” ujarnya.
Menurut Arief, unggahan tersangka menarik perhatian Willian. Pria yang tinggal di Mulyorejo itu tertarik membeli. Dia membutuhkan tabung oksigen untuk saudaranya yang terinfeksi Covid-19. Willian awalnya menghubungi akun tersangka. Mereka lantas bertukar nomor telepon agar bisa lebih lancar berkomunikasi. ”Dalam kondisi itu, tersangka sudah mematok harga tidak wajar,” jelas Arief.
Lulusan Akpol 2013 tersebut mengungkapkan, tersangka menjual tabung oksigen Rp 7,5 juta. Padahal, harga eceran tertinggi (HET) untuk tabung oksigen seharusnya hanya Rp 2 juta. Meski begitu, kata Arief, korban tidak menolak. Willian menyanggupi harga itu dan mentransfer uang ke rekening yang disebutkan pelaku. Sebab, Hari beralasan tidak melayani pembelian langsung. Dia memakai sistem jual beli lewat jasa ekspedisi.
Arief menyatakan, korban tidak curiga karena sangat membutuhkan tabung oksigen. Willian baru merasa janggal ketika nomor teleponnya diblokir pelaku setelah mengonfirmasi pengiriman uang. Di sisi lain, tabung oksigen tidak kunjung datang ke rumah. Padahal, pelaku menjanjikan batas waktu pengiriman maksimal dua hari.
Mantan Kasubnit Jatanras Polrestabes Surabaya tersebut menjelaskan, pelaku sebenarnya tidak punya tabung oksigen. Hari hanya membual. Dia sengaja mencari orang yang bisa ditipu. ”Sebagian besar uang korban sudah dipakai. Hanya tersisa Rp 2,5 juta,” ungkapnya.
Arief mengimbau masyarakat lebih selektif saat bertransaksi online. Terlebih untuk barang yang sangat penting. ”Dipastikan dulu latar belakang penjualnya,” tuturnya.
Menurut dia, sepak terjang pelaku masih didalami. Sejauh ini Hari mengaku baru sekali mendapat pembeli. Namun, pengakuannya tidak lantas ditelan mentah-mentah oleh penyidik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022