Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Juni 2020 | 00.17 WIB

Dokter RSHU Meninggal Bukan karena Covid-19

Ilustrasi memerangi virus Korona (Adnan Reza Maulana/Jawa Pos) - Image

Ilustrasi memerangi virus Korona (Adnan Reza Maulana/Jawa Pos)

JawaPos.com - Rumah Sakit Husada Utama (RSHU) tengah berduka. Rumah sakit yang menjadi salah satu rujukan penanganan pasien Covid-19 di Surabaya itu kehilangan dr Hartoyo SpA (K) yang tutup usia pada Rabu (24/6).

Direktur Utama Rumah Sakit Husada Utama (RSHU) dr Didi Dewanto SpOG menyatakan, dokter Hartoyo adalah salah seorang dokter spesialis anak yang cukup terkenal di skala nasional. Tentu RSHU begitu kehilangan. ’’Dokter Hartoyo memiliki banyak pasien. Orangnya baik dan memang hebat,’’ katanya.

Sebelumnya, tersiar kabar dr Hartoyo meninggal karena Covid-19. Apalagi, kejadian tersebut berlangsung pada masa pandemi. Kabar itu dibantah Didi. Dia menegaskan bahwa dokter Hartoyo meninggal bukan karena Covid-19. Melainkan lantaran peradangan otak yang membuatnya sempat mengalami koma.

’’Prosesi pemakamannya pun dihadiri banyak orang dan tidak menggunakan protokol Covid-19. Artinya, bukan karena Covid-19,’’ ujarnya.

Karena itulah, dia meyakinkan masyarakat bahwa dokter Hartoyo sudah menjalani tes swab di RS Mitra Keluarga. Hasilnya pun negatif. ’’Sebelumnya dirawat di RS Mitra Keluarga. Kemudian, diambil alih di RSHU. Sebelumnya juga dites swab. Negatif,’’ jelas dia.

Dokter Didi tidak memungkiri bahwa setiap hari makin banyak tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19. Termasuk para dokter yang tidak menangani pasien Covid-19 secara langsung. Salah satunya adalah dokter kandungan.

Terkait dengan maraknya dokter spesialis obgyn yang terpapar Covid-19, Didi merasa prihatin. Namun, sejatinya bukan hanya dokter obgyn yang berisiko terpapar Covid-19, tetapi juga dokter spesialis lain. Semua dokter berisiko terpapar karena intensitas bertemu dengan pasien yang sangat tinggi. ’’Belum lagi, risiko kegiatan operasi juga besar,’’ ujar Didi yang juga spesialis obgyn.

Dia mengakui, kebetulan yang banyak terekspos adalah dokter obgyn. Meski begitu, tidak dimungkiri dokter spesialis kandungan juga memiliki risiko cukup besar. Apalagi kalau menangani ibu hamil dan positif Covid-19.

’’Saya sering mendapat rujukan dari puskesmas dan rumah sakit swasta lain. Memang makin banyak kasusnya. Untuk ibu hamil yang positif Covid-19, diberlakukan kelahiran Caesar,’’ jelasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=FzrDA730B8M

https://www.youtube.com/watch?v=f554UbJS4Fc

https://www.youtube.com/watch?v=hMO48-gB5WI

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore