
Photo
JawaPos.com- Hari ini (26/3) bakal menjadi titik awal sejarah penting bagi kesehatan sungai-sungai besar di Indonesia ke depan. Tim dari Yayasan Ecoton Foundation akan start melakukan Ekspedisi Sungai Nusantara (ESN). Sebanyak 68 sungai nasional dan strategis akan dijelajahi untuk mengetahui kadar pencemarannya.
Kemarin (25/3), sebelum tim ESN berangkat, digelar tasyukuran dan doa bersama di gedung inspirasi Ecoton, di Krajan, Kecamatan Wringinanom, Gresik. Sekitar 50 lebih peserta ikut menghadiri acara tersebut. Mereka mahasiswa dari perguruan tinggi di Jatim, komunitas lingkungan, pelajar serta tokoh masyarakat setempat.
Acara dimulai dengan nobar film Pulau Plastik. Lalu, dilanjutkan penyampaian visi dan misi kegiatan ESN. ‘’Yang akan melakukan perjalanan ESN adalah Pak Prigi Arisandi dan Pak Amirudin Mutaqin,’’ kata Kholid Basyaiban, penanggung jawab acara.
Menurut dia, ESN sangat penting sebagai bagian untuk membumikan isu sungai untuk keberlangsungan hidup masyarakat Indonesia. Dia pun berharap pada 2024 yang bertepatan dengan pemilu serentak, masyarakat dan pemerintah akan lebih peduli dan sadar. ‘’Kesehatan sungai harus menjadi salah satu titik perhatian serius,’’ ucap alumnus Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura itu.
Dalam cara tersebut juga ada sesi diskusi dan ramah tamah dengan para peserta yang hadir. Lalu, pemotongan tumpeng dan sesi doa bersama menjadi acara inti. Mereka yang hadir berdoa, agar perjalanan ESN berjalan lancar dan selalu diberikan kemudahan-kemudahan oleh Allah SWT. ‘’Memberikan keberkahan dan kemanfaatan,’’ tambah Ariani, mahasiswi psikologi UHT Surabaya yang juga sebagai panitia dalam acara tersebut.
Di akhir acara, dilakukan ceremony pemberangkatan dengan menimbun plastik dan menanam pohon ketepeng di depan gedung inspirasi Ecoton. Tujuannya, plastik dan ketepeng itu akan dilihat perkembangannya setelah tim ESN kembali sekitar 1 tahun ke depan.
’’Ada pemotongan pita start dari lilitan pandan dan bunga sedap malam, menjadi simbol pemberangkatan dan pelepasan tim ESN,’’ kata Regita, mahasiswi Ilmu Komunikasi Untag.
Direktur Eksekutif Ecoton Foundation Prigi Arisandi mengungkapkan, ESN ini merupakan salah satu wujud syiar lingkungan hidup. Melalui kegiatan itu, pihaknya berharap akan dapat memberikan pemahaman pentinganya menjaga sungai agar tetap lestari. Selain itu, dapat menularkan pengetahuan bagaimana menjaga sungai.
‘’Kami juga akan memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat di sepanjang sungai-sungai yang kami kunjungi,’’ ujarnya.
Rencananya, ESN bakal menempuh perjalanan selama 300 hari. Tim akan mendokumentasikan kondisi 68 sungai nasional dan sungai strategis. Sebelumnya, pihaknya sudah melakukan jelajah beberapa sungai besar di Pulau Jawa. ‘’Nah, kami akan meneruskan upaya syiar kondisi sungai itu dengan mengunjungi 68 di Nusantara,’’ katanya.
Perjalanan akan dimulai dari Sungai Brantas di Wonosalam, Jombang. Selanjutnya, menuju ke Cilacap ada Sungai Serayu. Kemudian, berlanjut ke Sungai Belitung di Sumatera. ‘’Lalu, kami akan menyeberang ke Pontianak, Kalimantan Barat,’’ paparnya.
Di Kalimantan, tim ESN direncanakan akan menjelajah kondisi sungai selama dua bulan. Setelah itu, perjalanan akan dilanjutkan ke Sulawesi, Maluku, Papua. Pada Oktober, perjalanan akan sampai di Nusa Tenggara, kemudian ke Pulau Bali dan berakhir di Pulau Jawa pada Desember.
‘’Kami akan mendeteksi kesehatan sungai, mendokumentasikan dan membuatnya menjadi sebuah film dokumenter. Kami juga akan membentuk komunitas-komunitas penjaga sungai di Indonesia itu,’’ jelas Amir.
Amir menambahkan, sebelumnya dalam beberapa kali ekspedisi sungai di Pulau Jawa pada 2021, ditemukan banyak terkontaminasi partikel mikroplastik. Beberapa sungai itu seperti Sungai Brantas, Bengawan Solo, Ciliwung, dan Citarum. Ikan-ikan di sungai itu pun terpapar mikroplastik.
Paparan mikroplastik itu menjadi satu cerminan buruknya kondisi air sungai dan bukti buruknya pengelolaan sungai dari sampah. Terutama sampah plastik yang dibuang ke sungai. ‘’Sebanyak 80 persen sampah plastik di perairan laut juga berasal dari sungai-sungai,’’ pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
