
Inggil Dhonosaputro (kiri) dan Fahrul Suganda menemui Machfud Arifin curhat terkait pemecatannya. Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com–Salah satu mantan pegawai outsourcing Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Surabaya menemui Calon Wali Kota Machfud Arifin pada Selasa (24/11).
Fahrul Suganda mengadu terkait pemecatannya karena mendukung Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Nomor Urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman. Pemecatan itu tertuang dalam surat Nomor 880/4931/436.7.6/2020 yang menyatakan bahwa warga Jalan Gembong, Kelurahan Kapasan, itu dinilai merugikan Dinas PMK.
Anehnya, surat pemecatan itu ditandatangani kepala Bidang Operasional dan Peningkatan Kapasitas tanpa ada peringatan terlebih dahulu. ”Jadi tanpa SP (surat peringatan) 1 atau SP 2. Tiba-tiba saya dipanggil dimintai keterangan setelah itu diberi surat pemecatan,” terang Fahrul.
Fahrul bercerita, kejadian bermula pada Minggu (22/11). Dia mengumpulkan massa pada kampanye Machfud Arifin-Mujiaman. ”Waktu itu, kapasitas saya sebagai ketua RW 5 Gembong Barat, Kelurahan Kapasan. Bahkan itu Hari Minggu bukan jam kerja,” ungkap Fahrul.
Menurut Fahrul, pemecatan itu bentuk kesewenang-wenangan dan arogansi pemimpin. Sebab pemecatan dilakukan sepihak tanpa alasan jelas. Fahrul merasa telah dizalimi. ”Ini negara Demokrasi, kita punya hak politik sebagai warga negara. Yang penting saya tidak berkampanye saat jam kerja. Saya juga tidak menggunakan pakaian dinas. Saya menjalankan tugas sebagai ketua RW,” tutur Fahrul.
Selain Fahrul Suganda, ada juga Inggil Dhonosaputro, warga Bronggalan Sawah, pegawai outsourcing PMK yang juga mengalami tekanan dan ancaman lantaran mendukung Paslon Nomor 2 Machfud Arifin-Mujiaman. Dia mengaku sudah bekerja selama 8 tahun di PMK.
”Saya juga dapat ancaman dari pimpinan karena mendukung 02. Tapi saya tidak takut karena ini sebuah perjuangan untuk perubahan Surabaya yang lebih maju dan lebih baik,” ujar Inggil Dhonosaputro.
Bentuk tekanan dan ancaman yang diterima Inggil Dhonosaputro adalah melalui surat peringatan yang meminta untuk berhenti mendukung Machfud Arifin. Bila tidak, dia akan dipecat.
Sementara itu, Kepala bidang Operasional dan Peningkatan Kualitas Dinas PMK Bambang Vistadi tidak bisa dihubungi. Melalui pesan singkat, dia tidak membalas. Saat ditelepon juga tidak memberi jawaban.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=sQ4WZvOE2lc

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
