alexametrics

RT, RW, Lurah, dan Camat, Wajib Data Warga Surabaya yang Toron

22 Juni 2021, 18:45:57 WIB

JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengakui tak bisa menahan warga untuk tidak toron pada Idul Adha, 20 Juli. Toron merupakan tradisi warga di Pulau Jawa untuk pulang kampung. Biasanya toron banyak dilakukan warga Madura.

Eri Cahyadi menyampaikan, dia mendapatkan pesan dan arahan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Arahan itu terkait dengan anjuran bagi warga Surabaya dan sekitarnya untuk tidak mudik. Mengingat lonjakan kasus Covid-19 di Bangkalan yang terus mengalami kenaikan.

”Kemarin ada arahan dari gubernur dan Menteri Kesehatan untuk nggak toron. Tapi kami nggak batasi itu. Jadi saya sampaikan. Saya berharap ada kebijakan. Sebab, Madura dan Surabaya ini kan 2 wilayah. Intinya kami sama-sama menjaga supaya Jawa Timur aman dan kasus Covid-19 nggak naik lagi. Jadi nggak bisa kalau cuma saya (yang melarang). Harus Bu Gubernur. Supaya Covid-19 nggak naik,” kata Eri.

Mengatasi hal itu, Pemerintah Kota Surabaya akan kembali menguatkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro. Artinya, pelaksanaan toron akan diawasi RT, RW, kelurahan, dan kecamatan setempat.

Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara menjelaskan, pihaknya akan meminta RT/RW setempat untuk melakukan pendataan.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : rafika

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads