Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 November 2020 | 22.48 WIB

38 Pasien Covid-19 di Surabaya Butuh Plasma Konvalesen

TES DULU: Penyintas Covid-19 menjalani pengambilan sampel darah untuk skrining plasma konvalesen di RSLI pada Sabtu (19/6). Ketersediaan plasma konvalesen tidak sebanding dengan semakin naiknya jumlah pasien positif Covid-19 yang membutuhkan terapi plasma - Image

TES DULU: Penyintas Covid-19 menjalani pengambilan sampel darah untuk skrining plasma konvalesen di RSLI pada Sabtu (19/6). Ketersediaan plasma konvalesen tidak sebanding dengan semakin naiknya jumlah pasien positif Covid-19 yang membutuhkan terapi plasma

JawaPos.com - Jumlah pasien Covid-19 yang membutuhkan plasma konvalesen semakin bertambah. Hingga kemarin, di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Surabaya tercatat ada 38 pasien yang belum mendapatkan bantuan plasma. ”Permintaan itu berasal dari beberapa daerah di Jatim,” ucap Kabag Pelayanan dan Humas UTD PMI Kota Surabaya Martono Adi, Jumat (20/11).

Jumlah tersebut naik dari data sehari sebelumnya (19/11). Tercatat 31 pasien Covid-19 di Surabaya yang membutuhkan plasma konvalesen. Puluhan pasien tersebut belum bisa mendapatkan suntikan plasma konvalesen lantaran stok kosong.

UTD PMI Kota Surabaya membuka pelayanan penuh untuk mencukupi plasma konvalesen. Pendonor bisa datang setiap hari. Layanan dibuka Senin−Minggu, mulai pukul 07.00 hingga 21.00.

Martono menjabarkan, penyintas Covid-19 yang dinyatakan sembuh dan sehat sangat dibutuhkan saat ini untuk mendonorkan plasma. Mereka yang terkena Covid-19 dengan gejala maupun orang tanpa gejala (OTG) bisa ikut menyumbang plasma. ”Syaratnya tinggal bukti positif dan sembuh Covid,” terangnya. Setelah itu, antibodi calon pendonor akan dicek. Jika dinyatakan layak, keesokannya bisa langsung donor plasma di kantor UTD PMI di Jalan Embong Ploso.

Satu pendonor plasma saat ini sangat berarti. Sebab, satu pendonor bisa menghasilkan 3−4 kantong plasma. Dengan begitu, satu pendonor bisa menolong minimal dua pasien Covid-19 yang sedang berjuang melewati proses penyembuhan.


Ketua Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Jatim dr Dodo Anando memastikan saat ini rumah sakit juga telah berperan mengedukasi pasien sembuh Covid-19. Mereka diminta ikut donor plasma untuk membantu sesama.

Namun, memang tidak semua pasien sembuh mau mendonorkan plasma. Alasan mereka macam-macam. Tapi, yang paling sering soal kekhawatiran mereka terkait kondisi kesehatan yang belum pulih betul setelah negatif Covid-19. ”Ini soal kekhawatiran pasien,” terangnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=u7TsIR6FjSA

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore