Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Maret 2020 | 01.48 WIB

Armuji, Whisnu Sakti, dan Eri Cahyadi Masuk Radar Penerima Rekom PDIP

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Sosok yang diprediksi menerima mandat dari PDIP untuk maju dalam pemilihan wali kota (pilwali) semakin mengerucut. Di internal partai, ada tiga nama yang disebut-sebut bakal mendapatkan rekomendasi dari DPP (dewan pimpinan pusat).

Tiga nama itu sejatinya sudah sering muncul. Salah satunya Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana. Ada pula nama anggota DPRD Jatim Armuji yang juga getol sosialisasi. Nah, nama terakhir merupakan sosok birokrat yang sudah santer dikabarkan maju. Dia adalah Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi.

Sumber di internal PDIP mengakui bahwa tiga nama itu sedang ramai dibicarakan. Khususnya di level pengurus DPC Kota Surabaya. ’’Memang beliau (Eri Cahyadi, Red) bukan kader partai. Tapi, beliau termasuk salah satu sosok yang diperhitungkan,’’ ujar sumber yang tidak mau disebutkan namanya itu kemarin (20/3).

Untuk Whisnu dan Armuji, dua tokoh tersebut memang sudah mendaftar secara resmi sebagai bakal calon wali kota (bacawali). Keduanya juga intens turun ke masyarakat untuk melakukan sosialisasi. Whisnu maupun Armuji juga telah menyebar banner, spanduk, dan baliho pencalonannya.

Sementara itu, Armuji sendiri berkali-kali menyatakan bahwa dirinya tidak ingin menjadi bacawali. Dia lebih memosisikan diri sebagai bacawawali mendampingi Eri Cahyadi. Bahkan, baliho-baliho yang dipasang sudah memosisikan seperti itu.

Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono tidak membenarkan maupun membantah desas-desus di internal partainya itu. Politikus yang akrab disapa Awi tersebut hanya memberikan jawaban diplomatis. ’’Itu kewenangan DPP,’’ katanya.

Menurut Awi, kewenangannya sebagai pengurus DPC dibatasi hanya pada penjaringan bacawali. Dia tidak ingin berkomentar terkait sosok yang bakal direkomendasi. Sebab, hal itu menjadi kewenangan Ketua Umum Megawati Soekarno Putri dan pengurus pusat.

Bahkan, ketua DPRD Surabaya itu mengatakan membatasi diri untuk bertemu tokoh maupun kandidat yang sedang running pilwali. Awi menyatakan, dirinya tidak bermaksud jemawa. ’’Saya tidak ingin ada kesan bahwa ketua DPC mendukung kandidat tertentu. Kalau mau melobi, silakan ke DPP,’’ tegasnya.

Terkait konsolidasi, Wakil Sekretaris DPC PDIP Achmad Hidayat mengatakan bahwa seluruh kegiatan partai yang menyangkut politik praktis ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan. ’’Itu instruksi dari DPP. Sekarang bukan waktunya untuk sibuk mengurusi politik kekuasaan. Waktunya partai bergerak untuk menerapkan politik kemanusiaan,’’ paparnya.

Sejatinya masih ada agenda partai yang harus diselesaikan. Yakni, konsolidasi dalam rangka pembentukan struktur PAC (pengurus anak cabang) di tingkat kecamatan. Namun, karena ada imbauan dari pemerintah terkait pencegahan Covid-19, PDIP memutuskan menundanya.

Sebagai gantinya, para kader dan pengurus melakukan kegiatan sosial. Salah satunya membuat jamu herbal berbahan rempah-rempah. Minuman tradisional yang dipercaya bisa meningkatkan daya tahan tubuh itu dibagikan ke masyarakat secara cuma-cuma.

Selain itu, pengurus PDIP mengerahkan tim untuk melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah tempat ibadah. Baik masjid, musala, maupun gereja. ’’Itu kami lakukan secara kontinu, termasuk penyemprotan ke rumah-rumah warga,’’ papar Achmad.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=Sv6ekCJKUJ8

https://www.youtube.com/watch?v=by5AAHAIKpk

https://www.youtube.com/watch?v=heQ_poU0ll4

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore