
Kader kesehatan mendata lansia. Humas Pemkot Surabaya
JawaPos.com–Mulai minggu depan, tiap RT di Kota Surabaya wajib memiliki 2 orang kader. Mereka akan bertugas membantu pemkot dan terbagi dalam berbagai bidang. Mulai dari Kader Bumantik, Kader Posyandu, hingga Kader Lingkungan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta seluruh dinas memilih warga yang paling aktif dan responsif untuk menjadi kader. Hal itu disampaikan dalam pengarahan secara virtual kepada aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Senin (21/2).
”Tugasnya Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pilih mana yang aktif itu jadikan kader. Karena saya minta mulai Maret, setiap RT minimal ada 2 kader,” tegas Eri.
Wali kota akan menyatukan kader dari berbagai bidang itu menjadi satu kesatuan. Sehingga, mereka akan membantu pemkot menyelesaikan berbagai permasalahan di Kota Surabaya. Tak terkecuali, permasalahan lingkungan, bayi stunting, hingga kemiskinan.
”Mereka akan mengurusi lingkungan atau orang miskin, bisa memasukkan data bayi stunting. Sehingga namanya bukan lagi kader (lingkungan/kesehatan), tapi Kader Suroboyo,” jelas Eri.
Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu juga mengingatkan kepada lurah dan camat agar tidak membebankan tugas dan tanggung jawab kepada para kader. Sebab, beban dan tanggung jawab itu tetap berada pada ASN.
”Yang perlu diingat rekan-rekan kecamatan dan kelurahan, jangan itu kemudian tugasnya dibebankan ke kader. Bebannya tetap ada pada ASN, tetapi kita dibantu kader-kader,” papar Eri.
Tak hanya menghapuskan sekat perbedaan antarkader di Kota Pahlawan. Wali Kota Eri Cahyadi juga ingin menghapuskan stigma perbedaan pada seluruh perangkat daerah (PD) di lingkungan Pemkot Surabaya.
”Karena tidak ada dinas yang paling hebat, semuanya sama. Karena itu, sekat antarbidang juga saya hilangkan. Nah, sekarang sekat antarkader saya hilangkan,” ucap Eri.
Sebab menurut dia, banyaknya kader di Surabaya yang berkecimpung pada masing-masing bidang, justru berpotensi menimbulkan persaingan.
”Saya nyuwun tulung (minta tolong) semua kader di Surabaya, Dinkes, DLH, lurah, dan camat, hari ini tidak ada lagi kader yang beda-beda di Surabaya, karena menimbulkan rasa persaingan yang sangat luar biasa,” ujar Eri.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
