Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 Februari 2022 | 03.06 WIB

Mulai Minggu Depan, Tiap RT Wajib Punya 2 Kader

Kader kesehatan mendata lansia. Humas Pemkot Surabaya - Image

Kader kesehatan mendata lansia. Humas Pemkot Surabaya

JawaPos.com–Mulai minggu depan, tiap RT di Kota Surabaya wajib memiliki 2 orang kader. Mereka akan bertugas membantu pemkot dan terbagi dalam berbagai bidang. Mulai dari Kader Bumantik, Kader Posyandu, hingga Kader Lingkungan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta seluruh dinas memilih warga yang paling aktif dan responsif untuk menjadi kader. Hal itu disampaikan dalam pengarahan secara virtual kepada aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Senin (21/2).

”Tugasnya Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pilih mana yang aktif itu jadikan kader. Karena saya minta mulai Maret, setiap RT minimal ada 2 kader,” tegas Eri.

Wali kota akan menyatukan kader dari berbagai bidang itu menjadi satu kesatuan. Sehingga, mereka akan membantu pemkot menyelesaikan berbagai permasalahan di Kota Surabaya. Tak terkecuali, permasalahan lingkungan, bayi stunting, hingga kemiskinan.

”Mereka akan mengurusi lingkungan atau orang miskin, bisa memasukkan data bayi stunting. Sehingga namanya bukan lagi kader (lingkungan/kesehatan), tapi Kader Suroboyo,” jelas Eri.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu juga mengingatkan kepada lurah dan camat agar tidak membebankan tugas dan tanggung jawab kepada para kader. Sebab, beban dan tanggung jawab itu tetap berada pada ASN.

”Yang perlu diingat rekan-rekan kecamatan dan kelurahan, jangan itu kemudian tugasnya dibebankan ke kader. Bebannya tetap ada pada ASN, tetapi kita dibantu kader-kader,” papar Eri.

Tak hanya menghapuskan sekat perbedaan antarkader di Kota Pahlawan. Wali Kota Eri Cahyadi juga ingin menghapuskan stigma perbedaan pada seluruh perangkat daerah (PD) di lingkungan Pemkot Surabaya.

”Karena tidak ada dinas yang paling hebat, semuanya sama. Karena itu, sekat antarbidang juga saya hilangkan. Nah, sekarang sekat antarkader saya hilangkan,” ucap Eri.

Sebab menurut dia, banyaknya kader di Surabaya yang berkecimpung pada masing-masing bidang, justru berpotensi menimbulkan persaingan.
”Saya nyuwun tulung (minta tolong) semua kader di Surabaya, Dinkes, DLH, lurah, dan camat, hari ini tidak ada lagi kader yang beda-beda di Surabaya, karena menimbulkan rasa persaingan yang sangat luar biasa,” ujar Eri.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore