
POLUSI DAN GANGGU KESEHATAN: Ribuan warga dari berbagai kelurahan di Kecamatan Gresik mengepung gedung DPRD Gresik. Mereka menentang kembali beroperasinya bongkar muat batu bara di dermaga PT Gresik Jasa Tama. (Ludry Prayoga/Jawa Pos)
JawaPos.com – Ribuan warga turun ke jalan dan mengepung gedung DPRD Gresik di Jalan KH Wahid Hasyim, Selasa (18/8). Mereka kembali menentang aktivitas bongkar muat batu bara di dermaga PT Gresik Jasa Tama (GJT) yang mulai beroperasi lagi. Warga tersebut datang dari Kelurahan Kemuteran, Kroman, Lumpur, dan wilayah sekitar Pelabuhan Gresik lainnya.
Tidak hanya diikuti pemuda dan bapak-bapak. Kalangan anak-anak dan ibu-ibu pun tumpah ruah dalam satu tuntutan. Maklum, sudah bertahun-tahun mereka merasa menderita karena polusi batu bara dan bayang-bayang ancaman kesehatan. Untuk memberikan hiburan, sejumlah seninam warga setempat ikut aksi. Mereka menyuguhkan atraksi pencak macan, kesenian khas warga Lumpur.
Setiba di gedung dewan sekitar pukul 13.00, massa menyanyikan lagu Indonesia Raya. Bendera Merah Putih yang sangat panjang dibentangkan. Beberapa bendera yang dibawa warga juga dikibarkan. Demikian pula spanduk berisi tuntutan yang antara lain berbunyi, Relokasi Batu Bara Harga Mati! ’’Di momen Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ini, kami juga ingin merdeka dari polusi dan penyakit dampak debu batu bara,’’ teriak peserta.
Gema salawat nabi berkumandang mengantarkan perwakilan warga untuk mengikuti pertemuan di dalam gedung dewan. Tampak dalam pertemuan di ruang paripurna itu, para pimpinan dewan, pimpinan komisi, Kapolres AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817/Gresik Letkol (Inf) Taufik Ismail, perwakilan pejabat pemkab, dan pihak GJT. Jalannya pertemuan terbilang singkat lantaran langsung mengarah pada poin tuntutan massa.
Setelah pertemuan selesai, perwakilan warga mengumumkan bahwa aktivitas bongkar muat batu bara bara di dermaga PT GJT akhirnya ditutup lagi. Tidak boleh beroperasi. Massa spontan berteriak. ”Alhamdulillah. Allahu akbar....!’’ Lalu, mereka meninggalkan gedung dewan dengan sukacita dan melantunkan salawat nabi yang dilanjutkan Indonesia Raya.
”Kami tidak perlu bercerita banyak. Sudah tidak terhitung hal buruk apa saja yang kami rasakan beberapa tahun terakhir sejak aktivitas batu bara ini beroperasi,” ujar Titik Prawati Hesti, perwakilan warga. Bahkan, lanjut dia, sudah berkali-kali pihak perusahaan melanggar kesepakatan yang dibuat bersama DPRD Gresik. Terkahir awal tahun lalu.
Menurut Titik, warga memang tidak berdaya dengan berbagai hal yang mungkin bisa dilakukan pihak perusahaan. ”Namun, kami tidak akan pernah tinggal diam. Sebab, masalah ini menyangkut kesehatan dan masa depan anak-cucu kami,” ucapnya sambil mengangkat sekantong plastik berisi debu polusi batu bara. ”Ini hasil tadi bagi, silakan dihitung sendiri jumlahnya (polusi, Red) jika terjadi selama bertahun-tahun,” ujarnya.
Anggota Komisi I DPRD Gresik Sholihuddin mendukung penuh berhentinya aktivitas bongkar muat batu bara tersebut. Secara legal formal, mungkin pihak perusahaan sanggup mengurus perizinan. Tapi, legal formal itu juga harus melihat rasa kemanusiaan dan keadilan masyarakat. ”Bagaimana mudarat dan manfaatnya. Karena itu, relokasi sesuai kesepakatan adalah solusi terbaik,’’ ujarnya.
Terlebih, lanjut dia, pihaknya mencatat PT GJT sudah berkali-kali melakukan pelanggaran kesepakatan yang dibuat bersama DPRD Gresik. ’’Ini bisa masuk dalam penghinaan kelembagaan. Apa perlu para anggota dewan turun jalan agar GJT berhenti beroperasi,” tegas anggota dari PKB itu.
Dalam kesempatan itu, sebetulnya perwakilan dari GJT sudah berupaya menyampaikan alasan kembali beroperasinya bongkar muat batu bara tersebut. ”Tidak perlu panjang lebar karena penjelasan yang disampaikan masih serupa dengan pertemuan lalu. Apalagi hingga kini izin (IMB) juga belum diurus,” kata Ketua DPRD Gresik Fandi Akhmad Yani yang juga memimpin jalannya rapat tersebut.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto berharap pertemuan bersama itu bisa menghasilkan solusi terbaik bagi masing-masing pihak. Sebab, pihaknya mendapat tugas untuk menjaga dan mengamankan objek vital nasional yang salah satunya adalah operasional batu bara di dermaga GJT tersebut. ”Prioritas kami adalah terciptanya keamanan dan ketertiban. Jangan sampai terjadi gesekan antarmasyarakat,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022