Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Juni 2019 | 00.26 WIB

Khofifah Pilih Kembangkan Kereta Komuter di Jatim

OPTIMISTIS: Khofifah berswafoto bersama peserta rapat kerja percepatan dan pengelolaan dana desa di JX International kemarin. (Humas Prov Jatim) - Image

OPTIMISTIS: Khofifah berswafoto bersama peserta rapat kerja percepatan dan pengelolaan dana desa di JX International kemarin. (Humas Prov Jatim)

JawaPos.com - Rencana pembangunan moda raya transportasi (MRT) atau lintas rel terpadu (LRT) di wilayah Surabaya dan sekitarnya tampaknya tidak akan terealisasi. Sebab, Presiden Joko Widodo (Jokowi) lebih condong pada pengembangan kereta komuter.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa setelah berdiskusi dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin (18/6). Ditemui setelah pertemuan, Khofifah menyebutkan, pembangunan MRT atau LRT membutuhkan anggaran tidak sedikit. Berdasar cerita presiden, ungkap dia, pembangunan MRT membutuhkan Rp 1,2 triliun per kilometer. Sedangkan LRT Rp 426 miliar per kilometer. "Menurut Pak Presiden itu lumayan mahal," ujarnya di kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta, kemarin.

Karena itu, pihaknya bersama pemerintah pusat mencoba mengambil opsi lain yang lebih memungkinkan dan bisa cepat direalisasikan. Pasalnya, pembangunan transportasi terintegrasi di kawasan Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Jombang, dan Lamongan (Gerbang Kertasusila plus) cukup mendesak. Saat ini kawasan tersebut menjadi tulang punggung perekonomian dan industri Jatim. "Yang mungkin bisa dipercepat adalah penambahan gerbong untuk kereta komuter," imbuhnya.

Ilustrasi. KRL Jabodetabek. Kini moda itu dilirik Gubernur Jawa Timur Khofiah Indar Parawansa untuk dikembangkan di daerahnya. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Ilustrasi. KRL Jabodetabek. Kini moda itu dilirik Gubernur Jawa Timur Khofiah Indar Parawansa untuk dikembangkan di daerahnya. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Berdasar survei kecil yang dilakukan Pemprov Jatim, masyarakat sebetulnya tertarik untuk menggunakan kereta komuter. Yang terpenting, ada kepastian jadwal dan ruang mencukupi. Untuk itu, yang perlu dilakukan adalah penambahan gerbong dan rute.

Terkait penambahan rute, Khofifah menyebutkan bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan kepala daerah terkait. Hal tersebut diperlukan untuk memastikan perbaikan ataupun pembuatan jalur rel baru bisa segera dikerjakan. Menurut dia, di era pemerintahan Belanda, jalur rel di kawasan Gerbang Kertasusila sudah terbangun. "Gresik itu punya stasiun, sudah lama tidak berfungsi. Saya sudah sampaikan, bupati Gresik dengan sukacita akan memfungsikan stasiun yang ada," imbuhnya.

Menurut Khofifah, Presiden Jokowi juga memberikan lampu hijau terkait rencana pengembangan kereta komuter di Jatim. Bahkan, presiden sudah memberikan pesan khusus. "Jadi, untuk gerbong, kata Pak Presiden, pesan saja di Inka," ujarnya.

Kapan pengembangan komuter direalisasikan? Khofifah menargetkan tahun depan. Saat ini pihaknya mulai berkomunikasi dengan Kemenhub dan PT KAI untuk rencana pembukaan trayek.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore