Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Maret 2026, 00.37 WIB

Gubernur Khofifah Ingatkan ASN Jatim soal WFA Pascamudik Lebaran: WFA Bukan Libur

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan ASN Jawa Timur untuk tidak bermalas-malasan saat WFA. (Humas Pemprov Jatim) - Image

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan ASN Jawa Timur untuk tidak bermalas-malasan saat WFA. (Humas Pemprov Jatim)

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menerapkan kebijakan work form anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) selama libur panjang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/ 2026.

Meskipun WFA, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memastikan pelayanan masyarakat tetap tetap berjalan. Terlebih di sektor-sektor darurat seperti kesehatan dan penyelamatan.

"WFA bukan libur, WFA bukan santai-santai. Tapi tetap harus diikuti dengan tanggung jawab antara kelancaran pelayanan publik dan produktivitas pegawai," tutur Khofifah di Surabaya, Rabu (18/3).

Kebijakan WFA ASN diatur Surat Edaran Menteri PANRB No. 2/2026 tentang Penyesuaian Pelaksanaan Tugas Kedinasan bagi Pegawai ASN di Instansi Pemerintah pada Masa Libur Nasional dan Cuti Bersama Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Dalam regulasi tersebut, WFA ASN berlaku pada 2 hari sebelum dan 3 hari setelah libur panjang Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idulfitri, yakni Senin - Selasa (16 - 17 Maret 2026) dan Rabu - Jumat (25 - 27 Maret 2026).

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pelaksanaan WFA ini dilakukan secara selektif dan bergiliran di setiap perangkat daerah, dengan ketentuan maksimal 50 persen pegawai yang diperbolehkan bekerja secara WFA.

Sementara itu, perangkat daerah yang memberikan layanan langsung kepada masyarakat tetap diwajibkan bekerja dari kantor dengan sistem shift, guna memastikan pelayanan publik berjalan optimal.

“Saya menegaskan bahwa pelaksanaan WFA ini bukan tambahan libur ataupun cuti, melainkan suatu mekanisme kerja yang memberikan keleluasaan lokasi kerja dengan tetap menjaga kedisiplinan dan produktivitas kinerja,” imbuhnya.

Terakhir, Khofifah mengajak ASN untuk menjaga toleransi antarumat beragama. Seperti tidak menggunakan pengeras suara saat takbiran di wilayah mayoritas Hindu, demi kenyamanan bersamaa saat Perayaan Nyepi berlangsung.

"Terima kasih atas sinergitas yang telah terjaga. Jaga produktivitas, jaga tetap bahwa layanan-layanan publik kita tetap berjalan baik, meskipun ada ASN yang bekerja secara WFA," pungkas Gubernur Khofifah

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore