Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Juni 2021 | 18.27 WIB

Gotong Royong Tangani Covid-19, Kirim Nakes ke Bangkalan

Ilustrasi memerangi virus Korona (Adnan Reza Maulana/Jawa Pos) - Image

Ilustrasi memerangi virus Korona (Adnan Reza Maulana/Jawa Pos)

JawaPos.com – ’’Gotong royong menjadi kunci penanganan pandemi. Surabaya dan Bangkalan sudah bersepakat saling membantu melawan virus korona,’’ ucap Wali Kota Eri Cahyadi, Kamis (17/6).

Pernyataan yang disampaikan Eri itu bukan sekadar janji. Mulai hari ini, pemkot mewujudkan komitmen tersebut. Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) diterjunkan untuk membantu penanganan Covid-19 di wilayah Bangkalan.

Rujukan pengiriman nakes itu berdasar surat dari Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron. Surat bernomor 440/098/433.208/2021 tersebut berisi permohonan bantuan nakes.

Di titik penyekatan Bangkalan, petugas akan membantu rapid test antigen.

Menurut Eri, Bangkalan dan Surabaya tidak bisa dipisahkan. Dua wilayah itu hanya dibatasi Jembatan Suramadu. Tidak sedikit warga Pulau Garam yang bekerja di metropolis. Sebaliknya, warga Kota Pahlawan juga kerap berkunjung ke Madura. ’’Kekuatan kebersamaan dibutuhkan untuk menangani pandemi korona,’’ paparnya.

Pertimbangan lain adalah ketersediaan nakes. Jumlah perawat serta dokter di Surabaya jauh lebih banyak. Pemkot wajib memberikan bantuan. Pasalnya, konsentrasi nakes di Bangkalan terbelah. Mereka juga terus berperang membendung Covid-19 di dalam kota.

Dengan bantuan nakes itu, pemeriksaan kesehatan di sisi Bangkalan bakal semakin kuat. Seluruh pengendara bernopol M wajib menjalani rapid test antigen. Pengendara mobil dan motor bernopol luar Madura diperiksa di pintu masuk Surabaya.

Kabag Humas Febriadhitya Prajatara menjelaskan, nakes dari Surabaya diperbantukan di posko penyekatan Bangkalan. Lokasinya berdekatan dengan Jembatan Suramadu. ’’Bergiliran, nakes membantu rapid test antigen,’’ ucapnya.

Sebagian nakes yang bertugas di Suramadu dipindahkan ke sisi Bangkalan. Diperkirakan jumlahnya mencapai 50 orang. Mereka membantu pemeriksaan kesehatan. Seluruh pengendara wajib mengikuti rapid test antigen.

Bantuan nakes itu sejatinya memberikan keuntungan bagi Surabaya. Beban rapid test antigen di Suramadu semakin berkurang. Pemkot tinggal fokus menangani kendaraan bernopol non-M.

Namun, pemkot juga memantau kondisi penyekatan. Jika di Bangkalan penuh, pemeriksaan kesehatan itu dilakukan di Suramadu. ’’Kami membantu agar pemeriksaan berjalan cepat,’’ jelasnya.

Pengiriman nakes ke Bangkalan itu tidak lantas menyulitkan pemkot dalam menangkal persebaran Covid-19. Terutama membendung virus korona di dalam kota. Sebab, pemkot memiliki SDM yang cukup.

Selain dokter dan perawat dari rumah sakit, pemkot memiliki nakes dari puskesmas. Nakes itu mempunyai kemampuan untuk menangani pandemi. Mereka sudah terlatih.

Menurut Febri, sejak korona merebak, nakes dari puskesmas memiliki peran yang sangat penting. Mereka ikut membantu rumah sakit. Nakes turun tangan dalam kegiatan testing dan tracing.

Selain itu, pemkot menjalin kerja sama dengan sekolah kesehatan serta perguruan tinggi. Dokter dan perawat muda memberikan bantuan kepada pemkot.

Langkah lain untuk menangkal persebaran Covid-19 adalah percepatan vaksinasi. Sejak minggu lalu, pemkot mulai membuka pendaftaran bagi warga yang hendak suntik vaksin. Batasan usia minimal 18 tahun ke atas.

Untuk mengikuti vaksinasi, warga cukup mengakses laman online yang disediakan pemkot. Yakni, http ://bit.ly/pendaftaran vaksin18tahun. Kemudian, warga diminta mengisi data diri. Mulai nama, NIK, tempat lahir, tanggal lahir, usia, hingga alamat KTP. Selain itu, alamat domisili, nomor telepon, profesi, alamat bekerja, serta memilih fasilitas kesehatan (faskes) untuk vaksinasi.

Vaksin memang bukan obat virus korona. Namun, vaksin bisa menghasilkan kekebalan tubuh. Imunitas dibutuhkan agar badan tidak gampang terinfeksi Covid-19.

Baca Juga: Covid-19 Meningkat, Pemkot Surabaya Tunda Dulu Pertemuan Tatap Muka

Menurut Eri, antusiasme warga untuk mengikuti program vaksinasi 18 tahun ke atas itu cukup besar. Hingga saat ini, ribuan warga telah mendaftar. ’’Mencapai 30 ribu,’’ papar suami Rini Indriyani itu.

PEMKOT SURABAYA BANTU BANGKALAN

- Sebanyak 50 nakes diperbantukan di titik penyekatan Bangkalan.

- Nakes bertugas membantu rapid test antigen.

- Pemkot berpikir membantu Bangkalan juga akan membantu Surabaya.

- Untuk penanganan Covid-19 di Surabaya, pemkot menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi.

- Vaksinasi untuk warga usia 18 tahun ke atas dipercepat.

- Sebanyak 30 ribu warga sudah mendaftar.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore