
Pemandangan di kawasan Ketabangkali dengan adanya patung Suro dan Boyo yang berwarna-warni menambah keindahan sudut kota Surabaya kemarin malam. (Dite Surendra/Jawa Pos)
JawaPos.com – DPRD Surabaya sudah dua kali meminta pemkot memecahkan rekor: Sebagai kota pertama yang anggaran belanjanya tembus Rp 10 triliun di Indonesia. Permintaan yang selalu ditolak pemkot itu akhirnya terkabul kemarin.
”Harus begitu. Biar ini jadi hal monumental sebelum Bu Risma purnatugas,” ujar anggota Badan Anggaran DPRD Surabaya Muchammad Machmud seusai rapat. Dewan sebenarnya hampir berhasil melobi pemkot pada pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2019.
Saat itu, yang membahas masih anggota dewan periode 2014–2019. Dari 50 anggota dewan, yang kembali terpilih hanya 29 orang. Karena itulah, mereka ngotot agar APBD bisa tembus Rp 10 triliun. Namun setelah dihitung-hitung, pemkot hanya bisa membelanjakan Rp 9,9 triliun. Rekor tersebut gagal dibikin anggota dewan sebelumnya.
Pada awal pelantikan anggota DPRD periode 2019–2024, keinginan mencetak rekor itu muncul lagi. Dewan ingin anggaran APBD 2020 bisa tembus Rp 10 triliun. Dalam rapat pertama, pemkot belum mau mengabulkan keinginan tersebut.
Faktor pendapatan yang turun menjadi alasan anggaran belanja tidak ditambah. Sekretaris Daerah Surabaya Hendro Gunawan menyatakan, penurunan itu disebabkan dana bagi hasil dari pusat dikurangi. Pemkot pun mengusulkan APBD 2020 hanya Rp 9,7 triliun.
Baru kemarin pemkot berani menambah anggaran belanja hingga Rp 300 miliar. Dengan demikian, rekor itu bisa dicapai. Konsekuensinya, harus ada penambahan program belanja. ”Gampang itu. Saya usulkan buat membangun sekolah baru. Terutama di wilayah barat yang kurang SMP negeri,” kata Machmud.
Machmud merasa pembangunan SMP negeri perlu ditambah. Sebab, banyak keluhan dari wali murid atas penerapan sistem zonasi di penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini. Yang tinggal di dekat SMP negeri punya peluang lebih besar untuk masuk sekolah itu.
Di Surabaya Barat, keberadaan sekolah tidak merata. Bahkan, banyak kelurahan yang tidak punya SMP negeri. Maklum di Surabaya ada 154 kelurahan, sedangkan jumlah SMP di Surabaya hanya 63 unit.
Machmud melihat banyak lahan aset pemkot yang belum dimanfaatkan di Surabaya Barat. Sebagian lahan tersebut berlokasi di dekat SD negeri. Yang dia tahu berada di daerah Kandangan dan Manukan. ”Jadi, nanti bangun gedung SMP bertingkat yang menempel di SD itu. Biar sekolah merata,” kata dia.
Dia juga mengusulkan agar ada penambahan anggaran untuk pembangunan saluran dan pemasangan paving. Masih banyak usulan warga yang selama dua tahun terakhir belum terealisasi. Terutama yang usul lewat musyawarah rencana pembangunan (musrenbang).
Meski sudah ada kesepakatan, detail penambahan anggaran belanja itu belum dibahas dengan pemkot. Pendetailan itu baru dilakukan Jumat nanti (18/10).
Meski demikian, sejumlah proyek besar milik pemkot sudah bisa diketahui. Megaproyek pada tahun depan meliputi pembangunan rumah sakit tipe C di Gununganyar, pembangunan rumah sakit berteknologi nuklir, pembangunan Jembatan Joyoboyo, perombakan kompleks olahraga Gelora Bung Tomo (GBT), hingga penyambungan jalan lingkar luar barat dan timur.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
