Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 September 2020 | 23.34 WIB

Mahasiswa Unesa yang Bentak Maba saat PPKMB Akan Dipanggil Kampus

Twit viral yang mendalami kasus Akira. Tangkapan layar/Rafika Yahya/JawaPos.com - Image

Twit viral yang mendalami kasus Akira. Tangkapan layar/Rafika Yahya/JawaPos.com

JawaPos.com–Sejak Senin (14/9) malam, video panitia Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Negeri Surabaya viral. Dalam video tersebut, beberapa senior memarahi mahasiswa baru. PPKB di lingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) tersebut pun menuai kontroversi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Humas Unesa Surabaya Vinda Maya Setianingrum mengatakan, pihak kampus masih melakukan koordinasi terkait viralnya video tersebut. ”Jadi kami mengidentifikasi kronologinya. Memang itu video dari kami saat proses PKKMB. Pada Rabu 9 September kejadiannya,” kata Vinda di Gedung Rektorat Unesa, Selasa (15/9).

Dia mengatakan, kegiatan PKKMB diselenggarakan sejak Senin (7/9) hingga Rabu (9/9). Kegiatan tersebut dipusatkan di masing-masing fakultas. Dia mengetahui video PKKMB di FIP viral karena ada proses pembentakan. Dia menjelaskan pihak Unesa telah mengetahui kasus tersebut.

Menurut dia, apa yang terjadi sangat disesalkan. Pihak Unesa sangat tidak setuju dengan bentuk kekerasan yang dilakukan dalam PKKMB, baik secara verbal dan non verbal. Meski hanya terjadi secara online, tetap saja hal tersebut disesalkan.

”Ini menjadi catatan penting bagi kami. Kami sepakat bahwa saat ini kekekrasan dalam bentuk apapun kami sangat menyangkan,” ujar Vinda.

Terkait hal tersebut, Vinda mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan mahasiswa terkait. Baik komdis atau komisi disiplin maupun mahasiswa baru (maba) yang bersangkutan. ”Kami hari ini (15/9) akan berkoordinasi dengan mahasiswa, BEM, komdis, dan mahasiswa terkait. Kami akan evaluasi bersama-sama,” terang Vinda.

Ketika disinggung mengenai sanksi terhadap mahasiswa yang melakukan pembetakan dan mengakibatkan video tersebut viral, Vinda menjelaskan, itu akan diselesaikan dalam sidang internal kampus. ”Ini permasalahan internal, semua anak kami. Kami akan berusaha menyelesaikan secra internal dan kekeluargaan,” papar Vinda.

Menurut dia, kampus akan mencari solusi. Pihak kampus juga akan mencari kronologis dan melakukan analisis keterangam dari masing-masing mahasiswa. Harapannya, kejadian ini tidak terulang lagi.

”Dari FIP kami berkoordinasi, semua sudah bertemu secara online. Pada masa pandemi ini susah berkomunikasi. Memang seminggu mereka stay di kampus saat ini mereka sudah di rumah masimg-masing. Kita sedang berkoordinasi memanggil mereka,” ujar Vinda.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=DgY5b_P2GjE

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore