
RUANG PERAWATAN MENIPIS: Tenaga kesehatan memeriksa ruangan yang ditempati ratusan pasien penderita Covid-19 di RSLI Kogabwilhan II Surabaya kemarin (26/12). (Dimas Maulana/Jawa Pos)
JawaPos.com - Tim medis Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Kota Surabaya memastikan kondisi dua pasien Covid-19 yang terinfeksi varian India atau B1617.2 dalam kondisi stabil.
"Hari ini kami pantau kondisinya stabil dan sudah dilakukan monitoring khusus, termasuk berada di ruangan khusus," ujar Ketua Pelaksana Relawan Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 RSLI Radian Jadid di Surabaya, Selasa siang.
Pada Senin (14/6), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengonfirmasi terdapat tiga pasien kasus mutasi varian India setelah menerima hasil hasil uji genome sequencing yang dilakukan terhadap 24 sampel di "Institute Tropical Disease" (ITD) Universitas Airlangga Surabaya.
Dua dari tiga pasien dirawat intensif di RSLI Surabaya, sedangkan satu orang lainnya di rumah sakit di Bojonegoro. Radian menjelaskan, CT Value ketiga pasien tersebut di bawah 18 dan seluruhnya berasal dari kluster Bangkalan, Madura.
Saat masuk menjalani perawatan, kondisi seorang pasien mengalami gejala ringan, batuk berdahak dan tanpa komorbid atau penyakit bawaan. Sedangkan, satu orang lagi juga mengalami gejala ringan, demam dan disertai komorbid demam berdarah.
Kemudian, pasien yang dirawat di rumah sakit di Bojonegoro masuk tanpa gejala, serta tanpa komorbid. "Pindah fasilitas kesehatan pada 12 Juni lalu karena dengan pertimbangan lebih dekat domisilinya," ucap dia.
Sementara itu, sebelumnya RSLI juga pernah menangani kasus COVID-19 varian baru, yakni B.117 (strain Inggris) dan B.1351 (strain Afrika Selatan) dari Pekerja Migran Indonesia pada Mei 2021.
Setelah dilakukan penanganan dan perawatan intensif, kedua pasien sudah dinyatakan sembuh dan kembali ke lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.
Di sisi lain, Penanggung Jawab RSLI Surabaya Laksma TNI dr. I Dewa Gede Nalendra, Sp.B, Sp.BTKV menyatakan bahwa di Indonesia kondisi kasus COVID-19 sudah mulai naik di sejumlah tempat.
Menurut dia, kasus-kasus seperti di Cilacap, Kudus, Lamongan, Ponorogo dan Bangkalan menjadikan masyarakat lebih waspada serta mawas diri. "Kemungkinan munculnya Covid-19 dengan daya tular tinggi, daya serang cepat serta mengarah pada tingkat kematian maka semua pihak harus lebih berhati-hati, sigap dan tanggap pada kondisi yang ada," katanya.
Ia menegaskan bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir, bahkan ada indikasi menuju serangan gelombang kedua sehingga semua pemangku kebijakan harus bahu-membahu mengatasinya.
"Edukasi harus tetap dijalankan. Kami minta peran masyarakat, berbagai kelompok, pemuka agama, tokoh masyarakat dan potensi yang ada di berbagai kalangan, termasuk media turut membantu menginformasikan," kata dr Nalendra. "Dan yang tak kalah pentingnya adalah edukasi bagi masyarakat dalam memahami dan menanggulangi Covid-19," tutur dia menambahkan. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
