Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Juni 2020 | 13.06 WIB

Kasus Positif Covid-19 Gresik Terus Naik, Bupati Sambari Meminta Maaf

Sambari Halim. (Pemkab Gresik) - Image

Sambari Halim. (Pemkab Gresik)

JawaPos.com - Bupati Sambari Halim Radianto memohon maaf jika pada bulan ini masih terus ada tambahan kasus positif Covid-19 di Gresik. Sebab, masih cukup banyak ”simpanan” kasus orang dalam pemantauan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP). Dia optimistis akhir Juni mendatang kasus positif melandai. Lalu, pada akhir Juli nanti diharapkan Gresik bisa zero Covid-19.

”Mohon maaf, kalau ada kesan pada transisi tatanan new normal kok tambah banyak dibandingkan PSBB (pembatasan sosial berskala besar, Red). Hal itu terjadi karena simpanan yang sudah belum di-swab, hasil swab belum keluar, sehingga pasti tambah,” ujarnya.

Setelah tiga daerah, yakni Gresik, Surabaya, dan Sidoarjo, mengakhiri PSBB pada 8 Juni lalu, bukan berarti masalah sudah selesai. Justru tugas dan tanggung jawab menjadi semakin berat. Bagi kita semua, disiplin penegakan protokol kesehatan (PPK) adalah harga mati,” kata Sambari.

Pernyataan itu disampaikan oleh bupati di acara Halal Bihalal Virtual dan Anugerah Giri Pancasuar Awards 2020 PWI-DPRD Gresik dengan tema Tetap Produktif dan Bermanfaat di Masa New Normal Jumat malam (12/6). ”Kami berterima kasih dan senantiasa memohon doa kepada para ulama dan segenap lapisan masyarakat untuk terus disiplin PPK sehingga pandemi ini berakhir,” ujar doktor alumnus Unair itu.

Ketua DPRD Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan, pandemi Covid-19 telah menyadarkan bahwa kesehatan betul-betul perlu dijaga. Sebelumnya, tidak pernah terpikir pentingnya masker, hand sanitizer, cuci tangan, dan sejenisnya. Hari-hari ini sejumlah perlengkapan itu bahkan ada di kantong sekuriti perusahaan maupun semua profesi. Semua sudah cerdas kesehatan.

”Kita mesti terus-menerus mengedukasi dan menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa new normal adalah perubahan perilaku menjadi lebih sadar dan cerdas tentang kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PWI Jatim Ainur Rohim menyatakan, posisi media dan wartawan dalam pandemi Covid-19 berada pada dua titik. Yakni, titik optimisme dan pesimisme. Wartawan dan media harus memberitakan kegairahan kepada masyarakat bahwa persoalan itu bisa selesai. Tapi, tentu tidak terlalu over karena bisa membuat masyarakat teledor sehingga dampaknya tidak baik.

”Kalau kita terus memberitakan ketakutan, kekhawatiran, juga tidak bagus. Teman-teman media memberikan keseimbangan konten antara optimisme dan pesimisme itu sehingga kondisi ke depan bisa cepat normal seperti semula,” katanya.

Dalam kegiatan yang dihelat secara daring tersebut juga dianugerahkan Giri Pancasuar Awards 2020 kepada lima tokoh dari berbagai kalangan. Yakni, Brigjen TNI Agus Winarna (mantan Dandim 0817/Gresik), AKBP Kusworo Wibowo (mantan Kapolres Gresik), Bambang Haryo Soekartono (pengusaha), Abdul Mukhid (koordinator tim tagana Gresik), dan dr Muchdor (direktur RS Semen Gresik).

Yang menarik, para peserta juga dihibur tiga penampilan pelajar dan santri berprestasi tingkat nasional maupun internasional. Mereka adalah Indina Badiah (juara tilawah), Nazich Zain (juara salawat Nabi), dan Muhammad Ali Aziz (mubalig cilik).

Bayi 1 Tahun Sembuh dari Covid-19


Seorang bayi yang berinisial MY akhirnya sembuh dari Covid-19. Dari hasil swab test, bayi yang berusia satu tahun itu dinyatakan negatif. Ibu MY pun sangat bersyukur. Untuk bisa sembuh itu, dibutuhkan perjuangan dan semangat yang luar biasa.

Kepada Jawa Pos, ibu yang enggan disebutkan namanya itu bercerita panjang lebar. Awalnya, kakek MY memang sejak lama menderita diabetes. Nah, bulan lalu kadar gula darah sang kakek naik. Akhirnya, kakek MY dirujuk ke rumah sakit. Namanya juga kakek, begitu akan berangkat ke rumah sakit, dia bersalaman dan memegang kedua pipi MY.

Saat sang kakek di-swab di rumah sakit, ternyata hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19. Sekeluarga pun ditindaklanjuti dengan rapid test hingga uji swab. ”Awalnya, dari hasil rapid test, anak saya nonreaktif. Tapi, petugas medis tidak puas begitu saja. Selain karena masih bayi, akhirnya di-swab. Ternyata, hasilnya positif. Saya dan suami negatif,” jelasnya Sabtu (13/6).

Kenyataan itu pun membuat ibu MY kaget bukan main. Syok. Saat itu masih masuk bulan puasa. Dia makin panik setelah dokter mengabarkan bahwa belum ada obat untuk Covid-19. Untung, kondisi MY selalu sehat. Tanpa gejala sakit sedikit pun. Bayi perempuan itu tetap ceria walaupun belum bisa berjalan dan bicara. ”Akhirnya, kami memutuskan dirawat di rumah,” ujarnya.

Keputusan untuk merawat MY di rumah saja tentu sebetulnya berat. Namun, ibu MY dan keluarga yakin, kalau dirujuk ke rumah sakit, bakal lebih berat. Tentu dengan berbagai alasan dan pertimbangan. ”Saya pun diberi tanggung jawab untuk menyembuhkan anak saya sendiri,” katanya.

Sejak itu, ibu MY makin memberikan atensi untuk kesembuhan bayinya. Ketika bangun pagi, misalnya, MY selalu dijemur di depan rumah. Mulai pukul 06.30 sampai 07.30. MY hanya mengenakan diaper. Harapannya, seluruh badannya terpasok vitamin D dari sinar matahari. Dia baru menghentikan aktivitas berjemur setelah keringat MY keluar. Lalu, sang bayi dimandikan.

Setelah mandi, MY menjalani hidup sehat lagi. Sang ibu langsung menyiapkan makanan sehat. Meski baru berumur satu tahun, MY sudah makan nasi yang dibuat bubur. Lauknya pun sangat bergizi, yakni udang. Juga, wajib ada sayur. Ibu MY kaget, saat disuapi, anaknya ternyata semakin lahap. Biasanya sehari dua kali makan. Namun, sejak MY dinyatakan positif, jadwal makannya menjadi tiga kali. Sampai sekarang. ”Tambah gemuk. Jadi 12 kilogram,” ucap dia.

”Itu yang membuat saya bersemangat dan optimistis anak sembuh. Anak saya sehat, ceria, dan superaktif. Saat saya kasih video, petugas medis saja tidak percaya kalau ada Covid-19 di tubuhnya,” jelasnya.

MY juga disarankan oleh petugas medis untuk minum vitamin tambahan. Meski vitamin, makanan, hingga susu harus sesuai takaran, orang tua MY tidak pernah mengeluh. Padahal, ayah MY sudah tidak bekerja dua bulan karena terdampak pandemi korona. Untuk membeli susu dan makanan bergizi itu, mereka hanya mengandalkan online shop yang dijalankan.

”Alhamdulillah, selalu bisa memenuhi kebutuhan anak. Bersyukur semalam mendapat kabar hasil swab kedua anak saya dinyatakan negatif setelah sebelumnya juga sudah negatif. Lega,” katanya. Ibu MY pun mengambil hikmah dari cerita anaknya itu. Di antaranya, pola hidup lebih teratur dan sehat di lingkungan keluarga.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=-wEIsY0oGHQ

https://www.youtube.com/watch?v=9Y8Nw7ECYAg

https://www.youtube.com/watch?v=A3iZaYBuu2k

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore