
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com–Kota Surabaya masuk masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3.
Namun, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan, PPKM level 3 tidak akan mempengaruhi perekonomian warga. ”PPKM level 3 berbasis ekonomi kerakyatan. Seluruh kegiatan masih bisa dilakukan dengan beberapa pembatasan,” kata Eri ketika ditemui di Surabaya, Selasa (15/2).
Eri Cahyadi mencontohkan, beberapa aturan baru pada masa PPKM level 3. Di antaranya adalah kapasitas pasar yang turun menjadi 60 persen.
Kemudian tempat makan, restoran, atau rumah hiburan umum (RHU) yang buka pukul 6 sore, wajib tutup pukul 12 malam. Namun bila buka sejak pagi, wajib tutup pukul 9 malam.
”PPKM level 3 ini ada pengurangan interaksi. Jumlah 60 persen, jaraknya ada. Itu yang dipegang. Itu nggak membuat kami khawatir ekonomi berhenti. Jadi dipastikan ekonomi gerak tanpa pelanggaran supaya bisa bertahan di level 3,” papar Eri.
Dia memastikan PPKM level 3 saat ini berbeda dengan waktu varian Delta sebelumnya. Sebab pada PPKM level 3, Agustus 2021 lalu, seluruh tempat di Surabaya mayoritas wajib ditutup.
”Kalau dulu (Agustus 2021) kan tutup semua. Sekarang tetap buka tapi ada pembatasan jumlah orang di dalamnya,” ucap Eri.
Eri mengaku sempat khawatir dengan PPKM level 3 itu, perekonomian warga Surabaya akan terkena imbasnya. Dia bersyukur aturan itu disebut tetap menjaga protokol kesehatan warga namun tidak membatasi kegiatan masyarakat.
”Kemarin saya khawatir PPKM ada pembatasan antar wilayah, ditutup kegiatannya. Tapi dengan aturan ini warga jadi ingat prokes namun ekonomi tetap jalan,” ujar Eri.
Ditanya apakah mal tetap buka, Eri mengangguk. Berbeda dari sebelumnya, mal wajib menampilkan jumlah pengunjung.
”Jadi bisa lihat pengunjung ada berapa. Mal tutup jam 9 malam dan anak-anak yang ke mal wajib didampingi orang tua,” kata Eri.
Eri memastikan, tidak ada penerapan jam malam atau penutupan jalan. Semua akan berjalan seperti biasa.
”Nggak ada (jam malam). Cuma semua tempat wajib tutup jam 12,” terang Eri.
Berdasar catatan Dinas Kesehatan Kota Surabaya, per Senin (14/2) terdapat 4.509 kasus aktif Covid-19 di Surabaya. Total terdapat 1.970 kasus aktif baru di Surabaya per hari ini (15/2). Sebanyak 4 di antaranya telah dinyatakan meninggal dunia.
Dilansir dari laman https://lawancovid-19.surabaya.go.id, total ada 1.009 pasien yang telah dinyatakan sembuh. Secara kumulatif, 77.169 warga Kota Surabaya telah dinyatakan sembuh sejak masa pandemi pada 2020.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
