
Photo
JawaPos.com- Kondisi Terminal Tambak Osowilangon (TOW) Surabaya yang semakin sepi dikeluhkan para pedagang dan pemilik stan. Mereka mengeluh karena nyaris tidak ada pemasukan dari hasil jualan di dalam terminal. Salah satu penyebabnya, tidak ada penumpang yang masuk ke terminal.
Di dalam terminal tersebut, ada 34 stan yang terdiri atas warung makan dan kios makanan ringan. Ada pula beberapa stan konter pulsa. Namun, lebih dari separonya sudah tutup. Ada pula yang sudah diambil alih dinas perhubungan (dishub) lantaran tidak sanggup membayar biaya retribusi.
Ketua Persatuan Warung dan Toko Kompleks Terminal TOW Mulyono menyatakan, sepinya penumpang di Terminal TOW berlangsung sejak 2012. Kondisinya semakin parah setelah Terminal Purabaya diambil alih pemerintah pusat. Tidak ada bus dari Terminal Bungurasih yang singgah ke Terminal TOW.
Tijab, salah seorang pemilik warung di dalam Terminal TOW, mengatakan, pendapatannya setiap bulan justru minus. Dia mencontohkan, dengan modal Rp 800 ribu untuk jualan, uang yang didapat hanya Rp 300 ribu–Rp 500 ribu. ’’Uang tabungan habis semua. Kita sampai terlilit utang ke rentenir,” ungkapnya.
Apalagi, pemkot menaikkan tarif retribusi tempat usaha berukuran 2 x 4 meter yang ditempati pedagang. Menurut Tijab, kenaikannya hampir 100 persen. Dari yang awalnya tidak sampai Rp 100 ribu, sekarang para pedagang harus membayar retribusi Rp 180 ribu per bulan. ’’Pandemi lalu tidak ada keringanan, malah naik hampir 100 persen,” tuturnya.
Hal itu pula yang dialami Fatimah. Pemilik warung makan yang berada di seberang lapak Tijab tersebut mengaku pendapatannya dalam sehari tidak sampai Rp 10 ribu. Yang laku biasanya hanya mi instan satu bungkus. Atau, teh botol satu buah.
’’Uang di rumah (tabungan, Red) sampai katut. Saya bertahan karena saya pikir usaha ini nanti saya wariskan ke anak-anak,” katanya.
Mulyono menyebutkan, ada beberapa problem yang selama ini membuat pedagang dan pemilik stan resah. Salah satunya, nyaris tidak ada penumpang yang masuk ke terminal. Armada bus menurunkan dan mengangkut penumpang di luar terminal. ’’Jadi, bus masuk dalam kondisi kosong. Lha terus sopo sing arep mampir tuku,” kata pria yang memiliki dua lapak di dalam terminal itu.
Para pedagang sudah menyampaikan keluhan tersebut ke pemerintah kota (pemkot). Juga, membuat pengaduan ke DPRD Surabaya. Menurut rencana, para pemilik stan diundang dalam hearing di kantor para wakil rakyat hari ini (13/6). ’’Besok (hari ini, Red) rapat di dewan. Semoga ada solusi,” ucapnya.
Secara terpisah, Wakil Wali Kota Surabaya Armudji menegaskan, mengangkut dan menurunkan penumpang di luar terminal adalah sebuah kesalahan. Sebab, ada retribusi yang harus dibayar bus ketika keluar dari terminal.
’’Pihaknya akan mencarikan solusi untuk para pedagang. Dishub juga akan diperintah untuk melakukan penertiban. ’’aik turunnya penumpang itu ya di dalam terminal. Gawe opo onok terminal lek munggah mudune nang pinggir dalan,” jelasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
