
DITUNGGU-TUNGGU: Suroboyo Bus menjadi incara warga untuk ditumpangi karena lebih nyaman dan melintasi tengah kota. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com - Selain Terminal Purabaya yang berfungsi sebagai hub utama, terminal-terminal di Surabaya bakal dikembangkan lagi. Misalnya, Terminal Osowilangun (TOW) yang ditingkatkan konektivitasnya dengan Suroboyo Bus (SB). Terminal lain pun bakal ditingkatkan dengan penambahan fungsi lebih beragam.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tundjung Iswandaru mengatakan, jika sesuai konsep jangka panjang, Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) bakal menjadi terminal yang menghubungkan berbagai jenis transportasi massal Surabaya. Bukan hanya feeder atau bus (Suroboyo Bus dan Trans Semanggi Suroboyo), melainkan juga light rail transit (LRT).
Tundjung menegaskan bahwa TIJ memiliki konstruksi fisik yang siap untuk menunjang performance transportasi massal di Kota Pahlawan.
Tidak hanya TIJ, TOW pun akan digarap lebih serius oleh pemkot. TOW dinilai memiliki potensi yang gurih dan bisa berdampak terhadap pendapatan asli daerah (PAD). ’’TOW dekat dengan Pelabuhan Teluk Lamong dan benar-benar di pinggir jalan yang menghubungkan kawasan pinggir hingga utara Surabaya,” katanya.
Untuk menggairahkan aktivitas di TOW, Tundjung menyebutkan bahwa tidak tertutup kemungkinan Suroboyo Bus mengaspal dengan rute TOW. Kapan rencana itu direalisasikan? Tundjung belum bisa memastikan lebih detail.
’’Yang jelas, kami juga akan menguatkan aspek pengumpan (feeder). Sebagus apa pun model transportasi, tapi pengumpannya buruk, ya tak akan baik,” imbuhnya.
Ide TIJ menjadi titik koneksi transportasi disambut positif oleh beberapa sopir lin di TIJ. Miskun, misalnya. Dia berharap nasib lin yang dikendarainya mendapat kejelasan dari pemkot. ’’Disampaikan bakal jadi feeder, tapi tidak tahu kapan,” ujarnya.
PR lain yang menurut dia perlu pemkot tuntaskan adalah pembayaran ketika masuk TIJ. Miskun menyampaikan, seharusnya saat masuk TIJ, bayar pakai kartu online (uang elektronik di kartu). Namun, sistem tersebut dinilai rumit. Sebab, minimal mengisi kartu Rp 20 ribu.
Sementara itu, per hari uang yang masuk ke kantongnya belum cukup untuk membuat api di kompor dapurnya mengepul. Pendapatan sopir lin terus merosot. ’’Akhirnya kami tetap bayar pakai uang cash Rp 500 perak,” katanya.
Selain itu, fungsi terminal yang ada harus mampu menyediakan koneksi dengan bangkitan penumpang dari tempat lain. Misalnya, pelabuhan dan bandara. Saat ini yang mengakomodasi dan menjadi hub bagi keduanya adalah Terminal Purabaya saja.
Dishub juga berencana memaksimalkan fungsi terminal yang saat ini sudah ada. Total ada 12 terminal tipe C yang dikelola pemkot. ’’Ke depan diubah konsepnya menjadi multiuse. Disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan di sekitar terminal,’’ terang Kasi Angkutan Jalan dan Penumpang Dishub Surabaya Ali Mustafa.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
