
Suasana Tunjungan Plaza Surabaya. Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com–Dua hari jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 H, mal di Surabaya makin dipenuhi pengunjung. Salah satunya mal Pakuwon Group.
Commercial Director Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi menjelaskan, peningkatan pengunjung dan perekonomian sudah recovery seperti masa sebelum pandemi. Pihaknya melakukan sistem one way traffic. Artinya, pengunjung boleh keluar dan masuk lewat pintu tertentu.
”Kalau kemarin sampai pertengahan April, recovery masih 80 persen. Sekarang recovery 100 persen. Kondisi kembali seperti masa sebelum pandemi,” tutur Sutandi pada Selasa (11/5).
Menurut dia, sejak dua minggu lalu, traffic pengunjung sangat tinggi. Dia sudah memprediksi hal itu.
”Sabtu-Minggu awal Mei lalu sudah gajian. Jadi ada peningkatan signifikan. Traffic sudah dibilang tinggi. Pintu keluar masuk diperketat. Akhir pekan selalu jadi tingkat pengunjung puncak,” papar Sutandi.
Dia mencontohkan, bila ada 500 orang di dalam mal, pintu akan ditutup. Kemudian setelah ada 10 pengunjung keluar, 10 orang masuk.
”Kalo weekday traffic normal. Sampai Lebaran besok. Karena larangan mudik dan H+7 Ramadan, akan ramai,” kata Sutandi.
Untuk itu, pihaknya menambah jumlah satgas mandiri di tiap mal. Salah satunya menambah jam lembur. ”Menambah 30 orang. Tugasnya Monitor jumlah mobil dan motor. Semua pintu bisa masuk, ada cek dan sekuriti yang melakukan pengukuran suhu tubuh dan kelengkapan pemakaian masker,” tutur Sutandi.
Sutandi menambahkan, pertumbuhan perekonomian pada 2021 sudah semakin baik. Traffic dan jumlah transaksi juga kembali seperti pada 2019. Recovery ekonomi sudah terjadi. Bisnis retail sudah kembali berkembang.
”Tahun lalu saat Lebaran masih masuk masa pembatasan sosial berskala besar atau PSBB. Dikategorikan sebagai kondisi terburuk dalam bisnis retail,” ujar Sutandi.
Dia mengibaratkan kondisi jelang Ramadan sebagai masa jelang panen. Tahun lalu diibaratkan sebagai masa gagal panen bagi tenant penyewa tempat di mal.
”Tahun kemarin, tenant gagal panen. Panen kembali tiba. Dari sebelum Ramadan, kenaikannya cukup tinggi,” terang Sutandi.
Hingga saat ini, ada tiga mal di Surabaya yang paling ramai. ”Tunjungan Plaza, Pakuwon Mall, dan Royal Plaza,” terang Sutandi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
