Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Maret 2022 | 18.41 WIB

Pembangunan Puskesmas Bebekan Taman Tidak Lolos Studi Kelayakan

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Semestinya tahun ini Sidoarjo memiliki dua puskesmas baru. Dalam APBD sudah tercantum pembangunan dua fasilitas kesehatan (faskes) baru dengan alokasi anggaran masing-masing sekitar Rp 7,5 miliar untuk pengerjaan fisik saja. Tidak termasuk sarana-prasarana maupun alat kesehatan (alkes). Namun, rencana tersebut tidak berjalan mulus.

Hingga kemarin (7/3), hanya satu puskesmas yang dinyatakan lolos feasibility study (FS) atau studi kelayakan. Yakni, Puskesmas Urangagung di Kecamatan Sidoarjo. Yang tidak lolos adalah Puskesmas Bebekan di Kecamatan Taman.

”Untuk puskesmas di Bebekan, Taman, FS dihentikan. Lokasi pem_bangunan dianggap tidak layak,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo drg Syaf Satriawarman SpPros.

Salah satu alasannya adalah lahan puskesmas dinilai terlalu sempit. Selain itu, posisi atau area tempat bakal puskesmas dekat dengan jalan raya. Jarak bangunan dengan jalan tidak memadai digunakan sebagai tempat parkir pasien atau pengunjung puskesmas. Akibatnya, warga sulit mengakses layanan kesehatan dan kelancaran lalu lintas dapat terganggu.

”Jadi, tahun ini yang pasti membangun satu puskesmas dulu. Jika akan membuat yang baru lagi, kami harus mengusulkannya pada perubahan anggaran keuangan (PAK),” kata Syaf.

Dia menjelaskan, anggaran pembangunan puskesmas di Bebekan tidak bisa serta-merta dialihkan untuk membangun puskesmas ke tempat lain tanpa melalui prosedur pengajuan terlebih dahulu kepada tim anggaran.

Gedung Puskesmas Urangagung yang baru nanti bakal berdiri di lahan puskesmas pembantu (pustu) di wilayah Desa Urangagung. Saat ini sudah ada Puskesmas Urangagung yang beroperasi di wilayah Desa Cemengkalang. Jika puskesmas baru sudah jadi, akan ada perubahan nama. “Dalam operasional nanti, layanan pada masyarakat juga dibagi,” ujar Syaf.

Saat ini, di Sidoarjo sudah ada 27 puskesmas yang beroperasi. Lalu, ada tiga puskesmas baru yang sudah berdiri, tetapi belum diresmikan untuk operasional. Yaitu, Puskesmas Tambakrejo di Kecamatan Waru, Puskesmas Tarik di Kecamatan Tarik, dan Puskesmas Wonokasian di Kecamatan Wonoayu.

Rencananya, peresmian tiga puskesmas anyar itu dilakukan mulai pekan depan selama tiga pekan berturut-turut. ”Jika semua sudah diresmikan, total ada 30 puskesmas. Ditambah satu yang dibangun tahun ini menjadi 31 puskesmas,” ungkap Syaf.

Jumlah tersebut masih jauh dari ideal menurut ketentuan Kementerian Kesehatan. Sebab, untuk wilayah Sidoarjo, jumlah puskesmas yang dianggap mumpuni untuk melayani jutaan penduduk adalah 71 puskesmas. Artinya, jika hanya ada 31 puskesmas yang berdiri, Kota Delta masih kekurangan 40 puskesmas baru lagi.

Dewan pun selalu mendorong untuk memenuhi kekurangan tersebut. Bahkan, demi dapat membangun puluhan puskesmas baru, setiap tahun anggaran pembangunan selalu disediakan. ”Tahun ini anggaran memang hanya untuk dua puskesmas,” ujar anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Bangun Winarso.

Menurut dia, untuk memenuhi kekurangan puskesmas yang masih banyak itu, anggaran yang ditetapkan bisa lebih besar. Dengan begitu, pemkab mampu membangun minimal empat puskesmas setiap tahun.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore