Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 September 2021 | 03.05 WIB

Air ZAMP PDAM Surabaya Sudah Layak Minum? Tunggu Uji Lab dari Dinkes

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Hasil laboratorium internal PDAM Surya Sembada Kota Surabaya sudah keluar. Kualitas layanan zona air minum prima (ZAMP) di Ngagel telah memenuhi standar. Meski begitu, PDAM masih melarang pelanggan untuk meminum secara langsung. Sebab, uji lab dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya belum keluar.

Hampir sebulan lebih pelanggan ZAMP di Ngagel dilarang meminum air secara langsung. Penyebabnya, mutu bahan baku air kurang bagus. Bahkan, aliran air ZAMP sempat dimatikan sejak Juli hingga pertengahan Agustus lalu. ’’Tanggal 21 Agustus sudah kembali mengalir,’’ kata Humas PDAM Surya Sembada Surabaya Diah Ayu Anggraeni.

Meski begitu, PDAM masih melarang konsumsi air secara langsung. ’’Hasil uji lab dari dinkes hingga kemarin belum keluar,’’ lanjutnya. Hasil tersebut menjadi pembanding dan kepastian agar pelanggan bisa mengonsumsi air produk ZAMP dengan aman. ’’Jika hasil lab dari dinkes sudah keluar, kami segera sosialisasikan ke warga,’’ terangnya kemarin (6/9).

Ada beberapa parameter dalam uji lab tersebut. Misalnya, turbidity (kekeruhan) dan kandungan organik harus di bawah ketentuan. ’’Terkait mutu bahan baku air yang menurun, direksi akan berbicara dengan Perum Jasa Tirta (PJT I) selaku penyedia air,’’ lanjut Diah.

Hingga kemarin, air belum bisa dikonsumsi langsung oleh pelanggan. Tarif yang diterapkan PDAM hanya berdasar pemakaian. Diah Marweni, ketua RW III, Kelurahan Ngagel Rejo, Wonokromo, mengatakan, air ZAMP di tempatnya sempat dicoba penghuni kosnya. Rasanya pahit agak getir. ’’Kalau dilihat, memang sangat jernih,’’ ucapnya.

Marweni menuturkan, sampai saat ini dirinya belum menggunakan air ZAMP untuk minum atau memasak. Penggunaannya hanya untuk menyiram tanaman dan halaman. ’’Saya masih khawatir dan takut. Hal ini juga dirasakan pelanggan lain,’’ paparnya.

Karena itu, pihaknya dan warga sepakat melakukan uji lab secara mandiri. Tujuannya, memastikan aman tidaknya air untuk dikonsumsi. Rencananya, pengujian itu dilakukan warga di lab swasta. Namun, terkait kapan sampel air diuji, warga belum memastikan. ’’Kami sudah menentukan labnya di mana, tinggal proses daftar,’’ katanya.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore