Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Agustus 2020 | 23.48 WIB

Proyek Saluran Mayjen Sungkono Mangkrak 3 Bulan

TAK ADA PEKERJA: Rombongan Komisi C DPRD Surabaya mengecek lokasi proyek saluran air di Jalan Mayjen Sungkono, Senin (3/8). (Adi Wijaya/Jawa Pos) - Image

TAK ADA PEKERJA: Rombongan Komisi C DPRD Surabaya mengecek lokasi proyek saluran air di Jalan Mayjen Sungkono, Senin (3/8). (Adi Wijaya/Jawa Pos)

JawaPos.com - Surabaya belum terbebas dari problem drainase atau saluran air. Saat musim hujan, masih banyak titik yang rawan genangan. Salah satunya Jalan Mayjen Sungkono, tepatnya di sekitar Ruko Darmo Park.

Proyek pemasangan box culvert di Jalan Mayjen Sungkono mendapat sorotan. Kemarin (3/8) rombongan Komisi C DPRD Surabaya melakukan sidak ke lokasi. Proyek senilai Rp 6,8 miliar itu ditengarai sudah mandek selama 3 bulan.

Pantauan di lapangan, memang tidak ada satu pun pekerja yang beraktivitas di lokasi. Rombongan komisi C sampai bingung harus bertanya kepada siapa. Sebab, pelaksana proyek tidak berada di tempat.

Puluhan box culvert dibiarkan menumpuk di tepi jalan.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono mengatakan sudah beberapa kali mengecek proyek tersebut. Dia menyatakan, proyek itu sudah mangkrak selama tiga bulan. Padahal, anggaran pembangunannya tidak termasuk yang dialihkan untuk penanganan Covid-19. ”Karena ini proyek lanjutan,” ujarnya.

Menurut Baktiono, proyek saluran dari Jalan Mayjen Sungkono sampai Jalan Adityawarman itu cukup vital. Salah satu fungsinya, meminimalkan dampak banjir tahunan yang kerap terjadi di lokasi tersebut. Sebab, salah satu penyebab tingginya genangan ketika musim hujan, ada masalah pada saluran airnya.

Nah, tidak selesainya proyek tersebut juga menjadi salah satu penyebab motor tenggelam akibat banjir di kompleks Darmo Park. Karena itu, diperlukan percepatan pembangunan untuk menyelesaikan pemasangan box culvert di lokasi tersebut.

Menurut Baktiono, ada beberapa opsi yang bisa dilakukan. Salah satunya, menambah jumlah pekerja. Hal itu bisa mempercepat progres pembangunan, mengingat waktu penyelesaian tinggal beberapa bulan lagi. ”Itu Desember harus selesai. Tapi, kalau dibiarkan mangkrak seperti ini tanpa pekerja, kapan mau selesai?” kata anggota dewan lima periode tersebut.

Selain itu, jam kerja perlu ditambah. Kalau perlu, waktu kerja diubah menjadi 24 jam nonstop. Tentu hal itu disesuaikan dengan jumlah pekerja. Jadi, dibuatkan sistem sif agar pekerjaan bisa jalan terus. ”Pekerjanya tetap ada istirahat, gantian. Jadi, proyeknya yang jalan terus,” terangnya.

Politikus PDIP itu mengaku kecewa dengan progres pembangunan drainase di Jalan Mayjen Sungkono. Karena itu, pelaksana proyek dan dinas terkait akan dipanggil untuk hearing pekan ini. Sebab, hingga saat ini belum ada laporan soal progres pengerjaan proyek tersebut.

Sekretaris Komisi C DPRD Surabaya Agoeng Prasodjo menilai pengawasan pemkot sangat lemah. Buktinya, proyek tersebut dibiarkan mangkrak selama berbulan-bulan. ”Kalau pengawasannya bagus, seharusnya tidak sampai mangkrak,” tuturnya.

Karena itu, dia berharap dinas terkait segera menindaklanjuti temuan komisi C di lapangan. Jadi, ketika hearing, sudah ada solusi atas kelanjutan proyek tersebut. ”Kami tidak ingin berdebat dalam forum. Yang penting adalah solusi konkret atas lambatnya pengerjaan proyek itu. Kalau bisa segera diselesaikan, yang menikmati hasilnya juga rakyat, kan,” ucapnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=Y1cR5XcFTZE

https://www.youtube.com/watch?v=fzrViQ9c2tI

https://www.youtube.com/watch?v=d8KykPQ6414

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore