Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Januari 2023 | 21.14 WIB

Tarif Hotel di Arab Saudi Naik, Biaya Umrah Naik Rp 3 Juta–5 Juta

UMRAH KEMBALI DIBUKA: Sejumlah calon jemaah umrah dari berbagai daerah di Jawa Timur saat memasuki T2 Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo. (DIPTA WAHYU/JAWA POS) - Image

UMRAH KEMBALI DIBUKA: Sejumlah calon jemaah umrah dari berbagai daerah di Jawa Timur saat memasuki T2 Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo. (DIPTA WAHYU/JAWA POS)

JawaPos.com – Tarif hotel di Arab Saudi naik signifikan. Hal itu membuat biaya umrah ikut melambung. Terutama pada waktu peak season seperti sekarang.

Forum Komunikasi Pengusaha Travel Umrah Haji (FK Patuh) Jatim memberikan imbauan kepada pengusaha travel agar mem-booking hotel sejak jauh hari. Termasuk menghindari transaksi dengan pihak kedua.

Desember dan Januari adalah puncaknya musim ibadah umrah. Waktu lain adalah saat Ramadan.

Naiknya permintaan itu membuat pengusaha hotel di Arab Saudi mengerek tarif hingga tiga kali lipat. Alasan lain juga untuk menutup kerugian sewaktu pandemi lalu. Karena itu, pihak travel harus putar otak.

Ketua FK Patuh Jatim A. Bajuri mengatakan, biaya umrah untuk saat ini naik Rp 3 juta–5 juta. Kenaikan itu untuk ibadah 9–12 hari. Artinya, yang waktu umrahnya melebihi dari itu bisa lebih mahal lagi.

Langkah menaikkan tarif juga dilakukan oleh maskapai yang mencapai Rp 1,5 juta. Meski demikian, kata Bajuri, jumlah jemaah umrah di Jatim saat ini naik 20–50 persen dibandingkan tahun-tahun sebelum pandemi. ’’Sebenarnya, hal seperti ini sudah diketahui travel,’’ ucapnya Senin (2/1) siang.

Bajuri menjelaskan, antisipasi sudah dilakukan dengan menerapkan harga yang berbeda. Keberangkatan Desember–Januari lebih mahal. Namun, situasi juga berubah. Ternyata, biaya operasional melebihi dari yang diperkirakan.

Bahkan, pihaknya mengimbau travel untuk segera pesan hotel. ’’Jangan booking atau transaksi dengan pihak kedua,’’ jelasnya.

FK Patuh Jatim mengimbau booking hotel langsung dengan pengelola. Khawatirnya, saat di Arab hotel tersebut bisa di-cancel sewaktu-waktu. Sebab, ada beberapa pengelola yang tiba-tiba meng-cancel hotel yang sudah dipesan karena ada tamu yang menawar dengan harga lebih tinggi.

Bajuri memperkirakan tarif umrah turun pada Februari nanti. Tapi, harganya naik kembali saat Maret karena memasuki Ramadan.

Sementara itu, Kepala Bidang Komunikasi dan Pemasaran Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Jatim Nanik Sutaningtyas menuturkan bahwa pengusaha travel menyesuaikan biaya operasional.

Yang pasti, jemaah yang sudah bayar tidak bisa dikenai biaya tambahan. Kenaikan tersebut hanya untuk jamaah yang baru atau belum bayar. Karena itu, adanya kenaikan tersebut akhirnya ditanggung travel.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore