
Petugas menunjukkan alat rapid test Covid-19 yang hasilnya reaktif. Destyan Sujarwoko/Antara
JawaPos.com–Satu keluarga muda warga Kenjeran, Kota Surabaya, yang terdiri atas suami, istri, serta tiga dari empat anaknya yang terpapar positif Covid-19 berdasar hasil tes swab menolak bantuan berupa makanan dari pemkot.
”Saya dicurhati istri dari keluarga muda itu. Kebetulan saya kenal. Mereka memutuskan menolak bantuan dari pemkot supaya bisa digunakan untuk keluarga lain yang membutuhkan,” kata Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti seperti dilansir dari Antara di Surabaya pada Selasa (2/6).
Menurut Reni, pada awalnya suami-istri tersebut dinyatakan reaktif berdasar tes cepat (rapid test) dari puskesmas setempat. Petugas puskesmas mengusulkan mereka berlima untuk ikut tes swab lewat jalur Dinkes Surabaya. Hanya saja belum bisa dipastikan kapan jadwalnya. Untuk memastikan keluarga muda positif atau negatif, kata Reni, akhirnya suami memutuskan semua anggota keluarga melakukan swab mandiri di Rumah Sakit Premier Surabaya.
”Hasilnya suami-istri beserta tiga dari empat anaknya dinyatakan positif,” ujar Reni.
Tiga anak yang dinyatakan positif yakni anak kelas 5 (11 tahun), kelas 2 (8 tahun) dan usia 5 tahun. Sedangkan anak bungsu perempuan berumur 3 tahun dinyatakan negatif. ”Ayahnya kemudian menjalani perawatan medis di salah satu rumah sakit Surabaya, sedangkan ibu dan anak-anaknya isolasi mandiri di rumah,” ujar Reni.
Selain itu, kata Reni, keluarga tersebut menolak bantuan dari Pemkot Surabaya berupa makanan setiap hari selama isolasi mandiri di rumah supaya bantuan itu bisa digunakan untuk keluarga lain yang membutuhkan. Cara mengantar makanan dilakukan petugas yang memakai pakai baju alat pelindung diri (APD) sehingga menjadi kurang nyaman dan tidak enak jika dilihat tetangga.
Selama isolasi mandiri di rumah, keluarga tersebut disiplin mematuhi protokol kesehatan sehingga hasil swab yang kedua dari lima anggota keluarga dinyatakan negatif.
”Pelajaran dari kisah warga tersebut adalah tenang, disiplin isolasi mandiri, dan keyakinan bahwa setiap sakit akan Allah sembuhkan. Selain itu, peran ibu sangat penting membuat semua anggota keluarga optimistis dan akhirnya selamat sembuh atas izin-Nya. Kisah itu inspiratif bisa memperkuat imun warga yang mengikuti kisahnya agar tidak menyepelekan Covid-19 namun juga tidak takut berlebihan,” kata Reni.
Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Febria Rachmanita sebelumnya mengatakan, pihaknya memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang terpapar Covid-19. Untuk anak yang terpapar Covid-19 akan mendapatkan perawatan di rumah sakit. Mereka akan diarahkan ke ruang anak dan mendapat penanganan khusus dari dokter spesialis anak.
Dia menyebut ada sekitar 127 anak di Surabaya terpapar Covid-19. Dari angka tersebut, 36 anak di antaranya berusia 0–4 tahun dan 91 kasus anak usia 5–14 tahun. Menurut dia, sebagian anak-anak tersebut tertular karena orang tua maupun anggota keluarga lain. ”Mereka bisa tertular dari orang tua atau pun keluarganya,” kata Febria.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=Hc8czC8tFJQ
https://www.youtube.com/watch?v=nN4tGnIJgOY
https://www.youtube.com/watch?v=LhspcedJex8

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
