
DUKA AWAL TAHUN: Kondisi Desa Sedapurklagen, Kecamatan Benjeng, terkepung banjir karena luapan Kali Lamong. (Istimewa)
JawaPos.com – Banjir lagi, Kali Lamong meluap lagi. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini banjir menyapa warga Gresik lebih awal. Tepat memasuki pergantian tahun. Rabu (1/1) sekitar pukul 02.00, air Kali Lamong mulai masuk kali pertama di Desa Wotansari, Balongpanggang.
Setelah itu, air terus mengepung dan mengalir ke beberapa desa lain. Berdasar data sementara yang dihimpun Jawa Pos dari tim Tagana, sedikitnya 968 rumah warga terdampak banjir. Rumah itu tersebar di wilayah Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang (selengkapnya lihat grafis).
Hingga tadi malam sekitar pukul 19.00, ketinggian air di beberapa lokasi dilaporkan mulai berangsur surut. Namun, di beberapa lokasi, air tetap tinggi. Di antaranya, Desa Kedungrukem, Benjeng. Ketinggian air diperkirakan mencapai 70 sentimeter.
Sebetulnya, pada Selasa malam (31/12), hujan tidak seberapa deras mengguyur wilayah Gresik Selatan. Seperti biasanya, Kali Lamong itu meluap-luap lantaran mendapat kiriman air dari wilayah Mojokerto dan Lamongan. Air cepat meluber lantaran kondisi Kali Lamong dangkal dan beberapa bagian menyempit.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Gresik Tarso Sugito menyatakan, pihaknya sudah mendistribusikan puluhan perahu karet ke desa-desa terdampak banjir jauh-jauh hari. Dia juga menyebut banjir Kali Lamong itu karena kiriman dari wilayah hulu. Namun, hingga kemarin, luapan air belum sampai masuk ke wilayah Cerme.
’’Siang beberapa titik mulai surut. Tapi, seperti biasanya, kalau hujan deras lagi, air akan naik lagi,’’ ungkapnya.
Sebelumnya, lanjut Tarso, BPBD memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi banjir. Setidaknya ada sekitar 52 desa atau titik yang tersebar di 10 kecamatan yang berpeluang banjir. Namun, yang terparah adalah desa-desa yang berdekatan dengan aliran Kali Lamong. ’’Berkaca pada tahun sebelumnya, Kecamatan Bungah, Dukun, dan Driyorejo sebetulnya juga masuk daftar. Namun, yang parah mesti di Benjeng, Cerme, dan Balongpanggang,’’ tuturnya.
Tarso mengatakan, berdasar laporan sementara, jumlah rumah warga yang terdampak banjir mencapai ratusan. ’’Air sampai di rumah-rumah. Sejak dini hari hingga sore ini masih terpantau genangan,’’ katanya.
Sementara itu, Ketua PC Gerakan Pemuda (GP) Ansor Gresik Agus Junaidi menyatakan, jauh-jauh hari pihaknya mengimbau kader-kader Ansor dan Banser di wilayah terdampak banjir Kali Lamong untuk siaga. Di antaranya, wilayah Benjeng, Balongpanggang, Cerme, dan Menganti. Karena itu, begitu banjir benar-benar terjadi, banyak kader Ansor dan Banser yang bergerak cepat membantu warga terdampak banjir.
Kader-kader mulai ikut membantu polisi mengatur lalu lintas atau jalan raya, membantu pengendara, hingga mengevakuasi korban. ’’Kami juga telah mendirikan posko siaga banjir di kantor MWC NU Benjeng,’’ ujarnya.
Photo

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
