Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Januari 2020 | 21.22 WIB

Banjir Kali Lamong Datang Lebih Awal, 968 Rumah Warga Gresik Tergenang

DUKA AWAL TAHUN: Kondisi Desa Sedapurklagen, Kecamatan Benjeng, terkepung banjir karena luapan Kali Lamong. (Istimewa) - Image

DUKA AWAL TAHUN: Kondisi Desa Sedapurklagen, Kecamatan Benjeng, terkepung banjir karena luapan Kali Lamong. (Istimewa)

JawaPos.com – Banjir lagi, Kali Lamong meluap lagi. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini banjir menyapa warga Gresik lebih awal. Tepat memasuki pergantian tahun. Rabu (1/1) sekitar pukul 02.00, air Kali Lamong mulai masuk kali pertama di Desa Wotansari, Balongpanggang.

Setelah itu, air terus mengepung dan mengalir ke beberapa desa lain. Berdasar data sementara yang dihimpun Jawa Pos dari tim Tagana, sedikitnya 968 rumah warga terdampak banjir. Rumah itu tersebar di wilayah Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang (selengkapnya lihat grafis).

Hingga tadi malam sekitar pukul 19.00, ketinggian air di beberapa lokasi dilaporkan mulai berangsur surut. Namun, di beberapa lokasi, air tetap tinggi. Di antaranya, Desa Kedungrukem, Benjeng. Ketinggian air diperkirakan mencapai 70 sentimeter.

Sebetulnya, pada Selasa malam (31/12), hujan tidak seberapa deras mengguyur wilayah Gresik Selatan. Seperti biasanya, Kali Lamong itu meluap-luap lantaran mendapat kiriman air dari wilayah Mojokerto dan Lamongan. Air cepat meluber lantaran kondisi Kali Lamong dangkal dan beberapa bagian menyempit.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Gresik Tarso Sugito menyatakan, pihaknya sudah mendistribusikan puluhan perahu karet ke desa-desa terdampak banjir jauh-jauh hari. Dia juga menyebut banjir Kali Lamong itu karena kiriman dari wilayah hulu. Namun, hingga kemarin, luapan air belum sampai masuk ke wilayah Cerme.

’’Siang beberapa titik mulai surut. Tapi, seperti biasanya, kalau hujan deras lagi, air akan naik lagi,’’ ungkapnya.

Sebelumnya, lanjut Tarso, BPBD memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi banjir. Setidaknya ada sekitar 52 desa atau titik yang tersebar di 10 kecamatan yang berpeluang banjir. Namun, yang terparah adalah desa-desa yang berdekatan dengan aliran Kali Lamong. ’’Berkaca pada tahun sebelumnya, Kecamatan Bungah, Dukun, dan Driyorejo sebetulnya juga masuk daftar. Namun, yang parah mesti di Benjeng, Cerme, dan Balongpanggang,’’ tuturnya.

Tarso mengatakan, berdasar laporan sementara, jumlah rumah warga yang terdampak banjir mencapai ratusan. ’’Air sampai di rumah-rumah. Sejak dini hari hingga sore ini masih terpantau genangan,’’ katanya.

Sementara itu, Ketua PC Gerakan Pemuda (GP) Ansor Gresik Agus Junaidi menyatakan, jauh-jauh hari pihaknya mengimbau kader-kader Ansor dan Banser di wilayah terdampak banjir Kali Lamong untuk siaga. Di antaranya, wilayah Benjeng, Balongpanggang, Cerme, dan Menganti. Karena itu, begitu banjir benar-benar terjadi, banyak kader Ansor dan Banser yang bergerak cepat membantu warga terdampak banjir.

Kader-kader mulai ikut membantu polisi mengatur lalu lintas atau jalan raya, membantu pengendara, hingga mengevakuasi korban. ’’Kami juga telah mendirikan posko siaga banjir di kantor MWC NU Benjeng,’’ ujarnya.

Alihkan Pengendara Jalan Raya Benjeng


Banyak warga yang panik begitu air Kali Lamong cepat meluap. Biasanya Kali Lamong baru mulai ’’menyapa’’ antara Februari hingga Maret. ”Setelah musim kemarau panjang, seingat saya baru tiga kali hujan. Wis banjir koyok ngene,” ujar Kasdi, warga Benjeng, kemarin (1/1).

Saat banjir datang sekitar pukul 13.00, kakek 65 tahun itu sedang berbelanja di Pasar Benjeng. Kasdi pun akhirnya memilih pulang. Apalagi, sebagian besar lapak di pasar itu tutup. Semakin siang, air semakin tinggi, bahkan meluber ke Jalan Raya Benjeng. Beberapa kantor pun tergenang. Di antaranya, kantor kecamatan, koramil, dan PLN UPL Benjeng.

Tidak hanya menyapu rumah dan pasar, banjir juga masuk ke beberapa sekolah dan puskesmas. Di Desa Deliksumber, misalnya. Ratusan rumah terendam dengan ketinggian 10–25 cm. SDN Deliksumber juga kebanjiran.

Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Budi Handoko langsung turun ke lokasi banjir. Sekitar pukul 11.30, dia bersama jajaran Forkopimka Benjeng menuju Sedapurklagen. ”Waktu berangkat, jalanan masih kering. Ketika mau pulang, air sudah meluber di jalan raya dan markas koramil juga tergenang,” ujar Budi.

Air yang menggenangi Jalan Raya Benjeng kemarin juga membuat para pengguna jalan tersiksa. Karena arus air cukup kuat, sejumlah pengendara motor nyaris hanyut. Bahkan, anggota Banser tampak menggendong anak-anak ketika motor pengendara mogok. ”Kondisi jalan sangat membahayakan bagi pengendara motor,” ujar Moh. Sholeh, anggota Banser.

Melihat air makin tinggi, Satlantas Polres Gresik akhirnya mengalihkan arus lalu lintas. Kendaraan dari arah Lamongan menuju Benjeng dialihkan melewati Balongpanggang, kemudian Metatu. ”Pengalihan dilakukan untuk mengurangi volume,” jelas Kasatlantas Polres Gresik AKP Erika Purwana Putra.

Photo

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore