
Menteri Lingkungan Hidup, Mohammar Jamhur Hidayat (kemeja putih berkacamata) tertarik untuk mengadopsi inovasi mesin komposter ITS untuk pengelolaan limbah MBG. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Teknologi pengolah sampah organik buatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berpeluang diterapkan secara nasional. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menilai mesin komposter ITS COMPOStech mampu menjadi solusi pengelolaan limbah di dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena dapat mengolah sampah organik dengan cepat, minim bau, dan hemat ruang.
Kabar baik tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup, Mohammar Jamhur Hidayat saat melakukan kunjungan kerja ke Kampus ITS di wilayah Keputih, Kota Surabaya pada Senin sore (27/7).
"Terutama di dapur SPPG yang setiap harinya memproduksi makanan dalam jumlah besar, dibutuhkan mesin yang dapat memproses limbah padat dan cair secara cepat,” ujar Menteri Jamhur.
Mesin komposter tersebut diberi nama ITS COMPOStech. Jamhur menilai mesin ini berpotensi menyelesaikan permasalahan sampah organik di sektor pariwisata, industri makanan, perhotelan, bahkan di dapur MBG.
Dalam sehari, ITS COMPOStech mampu mengolah sampah organik hingga 50 kilogram. Dengan waktu pengolahan maksimal 20 jam per batch, teknologi ini memungkinkan sampah sisa makanan dan dedaunan diproses dengan cepat.
Sistem tersebut dirancang untuk meminimalkan bau, limbah cair, dan dapat ditempatkan pada area terbatas. Jamhur mempertimbangkan inovasi ITS COMPOStech untuk mengelola limbah makanan MBG di setiap SPPG.
"Dan saya mendorong sekali, nanti saya akan bicara sama pimpinan yang mengelola MBG untuk memastikan proses limbah yang ada di dapur-dapur MBG, baik itu limbah makanan maupun cairnya,” imbuh Jamhur.
Sementara itu, Rektor ITS Surabaya, Prof. Bambang Pramujati mengapresiasi dukungan dan siap menindaklanjuti arahan dari Kementerian LH terkait implementasi mesin ITS COMPOStech.
"Kami (ITS) sangat mengapresiasi dukungan diberikan oleh KLH RI terhadap inovasi ITS. Kami siap menindaklanjuti permintaan alat komposter ini, tentunya dengan menggandeng industri untuk produksi massal,” ujar Prof. Bambang.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Jumhur turut meninjau inovasi lainnya, seperti ITS Mobile Water Treatment sistem pengolahan air bersih yang fleksibel dan mudah dipindahkan, pemanfaatan magot superworm.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022