Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Juli 2026 | 11.45 WIB

Pemkot Surabaya Gelontorkan Rp 20 Miliar untuk Revitalisasi 16 Pasar Tradisional

Potret aktivitas pagi di Pasar Karah, Surabaya. Pemkot menggelontorkan Rp 20 miliar untuk revitalisasi 16 pasar tradisional. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Potret aktivitas pagi di Pasar Karah, Surabaya. Pemkot menggelontorkan Rp 20 miliar untuk revitalisasi 16 pasar tradisional. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelontorkan anggaran sekitar Rp 20 miliar untuk merevitalisasi (tata ulang) 16 pasar tradisional secara bertahap.

16 pasar tradisional yang masuk daftar revitalisasi, di antaranya Pasar Tembok Dukuh, Pasar Kembang, Pasar Simogunung, Pasar Wonokromo, Pasar Karah, Pasar Kedungsari, Pasar Genteng.

Kemudian Pasar Babaan Baru, Pasar Kapasan, Pasar Pucang Anom, Pasar Pecindilan, Pasar Dukuh Kupang, Pasar Gresik PPI, Pasar Gubeng Masjid, Pasar Pakis, dan Pasar Krembangan.

"Secara umum progres revitalisasi belasan pasar tersebut berjalan sesuai tahapan," ujar Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Krestian, Senin (13/7).

Ia menjelaskan revitalisasi pasar tradisional dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi pedagang dan masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas layanan serta daya saing pasar rakyat di Surabaya.

“Beberapa pasar tradisional yang hendak direvitalisasi telah memasuki tahapan penyelesaian dan finishing, seperti Pasar Tembok Dukuh, Pasar Kembang, Pasar Simogunung, dan Pasar Babaan Baru," imbuhnya.

Selain itu, sejumlah pasar lainnya masih berada pada tahap pekerjaan struktur, utilitas, saluran, maupun proses pengadaan atau tender. Seluruh pekerjaan berjalan bertahap sesuai jadwal pelaksanaan masing-masing.

Dalam pelaksanaannya, Pemkot menambah fasilitas pendukung agar pasar terlihat lebih higienis. Seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL), grease trap, sentra pemotongan unggas, hingga fasilitas pasar lainnya. 

“Kami juga akan menata zonasi pedagang dan mengurangi adanya pasar tumpah, agar aktivitas perdagangan lebih tertib dan tidak mengganggu lalu lintas. Intinya agar pedagang dan masyarakat (pembeli) lebih nyaman," ujar Iman.

Terkait anggaran sebesar Rp 20 miliar, Iman menjelaskan dana tersebut digunakan untuk peningkatan infrastruktur, perbaikan fasilitas, penataan kawasan, dan pembangunan sarana pendukung yang sesuai dengan kebutuhan pasar. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore